Gubernur Kalteng Murka! Ancam Tutup Jalan Provinsi, Ternyata Hal Ini jadi Penyebabnya

gubernur kalteng
Kecewa Banyak Direktur Perusahaan Tak Hadir, Gubernur Kalteng Usir Perwakilan Perusahaan Keluar dari Gedung Serba Guna Sampit. (Heny/Radar Sampit)

Radarsampit.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran murka karena banyak direktur perusahaan tak hadir dalam rapat koordinasi (rakor) optimalisasi pendapatan daerah yang digelar di Gedung Serba Guna Sampit, Kalteng, Jumat (19/9/2025) malam.

Agustiar memasang mode serius dalam rakor tersebut. Sepanjang hari ini, Agustiar melakukan kunjungan ke Kota Sampit mulai dari menghadiri kegiatan penanaman pohon dan pemeriksaan kesehatan gratis di SMAN 1 Sampit dan dilanjutkan membuka secara langsung kegiatan Gubernur Cup Zona Barat di Stadion 29 November sore harinya dan ditutup dengan kegiatan rapat koordinasi optimalisasi pendapatan daerah di Gedung Serba Guna Sampit pada malam hari ini.

Bacaan Lainnya

Meskipun dalam kondisi lelah dan cuaca hujan deras, Gubernur Kalteng tetap hadir. Namun, ia kecewa ketika ada sekitar 65 perusahaan di wilayah Kotim dan Seruyan yang diundang tak semua dihadiri pimpinannya secara langsung.

“Sebenarnya saya malas menyampaikan hal ini. Tapi, saya lihat direktur yang hadir hanya 6 perusahaan dari 65 perusahaan yang diundang. Tidak sampai 40 persen. Kalau berkenan, yang hadir bukan direkturnya, kalau bisa, harus bisa keluar dari gedung ini,” tegas Agustiar Sabran.

Agustiar mengundang direktur perusahaan agar menghadiri undangan, bukan mengirim perwakilan perusahaan.

Menurutnya, ketidakhadiran pimpinan perusahaan sama saja tidak menghormati pemerintah. “Saya datang ke sini selaku Gubernur Kalteng. Sekali lagi yang merasa bukan direktur, keluar dari sini,” kecamnya.

Agustiar ingin perusahaan ikut berkontribusi mengambil peran mendukung kemajuan Kalteng. Rapat koordinasi ini membahas optimalisasi pendapatan daerah yang sangat penting untuk mendongkrak pendapatan daerah dan mempercepat pembangunan daerah.

“Saya tidak peduli apapun jabatannya. Di Gumas ada empat perusahaan yang ada kesalahan tidak datang, saya datangi perusahaannya. Tapi, ingat ada konsekuensinya,” ucapnya.

“Ayolah punya kepedulian sedikitlah dengan masyarakat Kalteng. Bicara CSR, kalian sering bohong, bicara plat KH ada yang platnya dari Sumatera sana, banyak dari plat non-KH, apa mau saya tutup jalan provinsi supaya kalian tidak bisa lewat?,” ucapnya dengan nada menahan amarah.

Agustiar tak habis pikir masih ada beberapa perusahaan yang tidak menghargai pemerintah.

“Kalau begini caranya, saat diundang rakor yang datang tidak direkturnya langsung, lihat saja nanti akan saya kejar. Saya tunggu satu minggu, perusahaan apapun namanya, yang tidak patuh bayar pajak, akan saya kejar,” tegasnya.

Agustiar tak ingin muluk-muluk menuntut perusahaan. Khususnya perusahan perkebunan akan ditanyakan pertanggungjawaban plasma dan komitmen dukungan terhadap pemerintah daerah.

“Saya tidak mau muluk-muluk, saya hanya minta komitmennya. Tolong sampaikan ownernya. Saya tidak bahas masa lalu, saya bahas masa depan. Saya ingin kita akur, rukun damai. Tolong lah dibantu CSR, ada bencana banjir, jalan rusak atau bencana lain dibantu. Ini sudah plat luar Kalteng, truknya bermuatan di atas 8 ton, apa tidak hancur jalan dibuatnya. Sudah dihadapkan pada efisiensi anggaran, anggaran pemerintah masa hanya untuk ngurus perbaikan jalan saja. Yang merasa direktur, sadarlah, jangan takut menghadapi pemerintah, selama kalian mentaati aturan, semua usaha akan berjalan lancar dan perekonomian akan terus bertumbuh lebih baik,” pungkasnya. (hgn)

Pos terkait