Setelah Tumor 12 Kg Lepas dari Maimunah
Maimunah seolah mendapatkan hidupnya kembali. Ibu dua anak itu bisa kembali beraktivitas secara normal setelah tumor seberat 12 kg diangkat dari tubuhnya.
PALANGKA RAYA, DODI
Wajah Maimunah terlihat berseri saat Radar Sampit bersama anggota SLRT Kelurahan Pahandut, Palangka Raya, menyambangi kediamannya, Minggu (21/3). Istri dari Bulkia (38) itu kini lebih bahagia setelah kanker payudaranya dioperasi.
”Sekarang terasa ringan. Alhamdulillah kondisi saya baik-baik saja. Terasa sehat dan sudah bisa tersenyum,” ujar ibu dari Aldi (4) dan Nabila (3,5) ini sambil tersenyum.
Maimunah sangat berterima pada Pemerintah Kota Palangka Raya, tim medis RSUD dr Doris Sylvanus, dan semua pihak yang telah membantunya melakukan operasi pengangkatan tumor. ”Semoga amal dan perbuatan mereka mendapat balasan baik dari Tuhan,” katanya.
Dari pengalamannya, Maimunah mengharapkan semua perempuan yang menderita kanker untuk terus semangat menjalani hidup. Tak mudah berputus asa dan tak takut dioperasi. Motivasi itu sangat penting agar kesempatan hidup kedua bisa diperoleh.
Setelah operasi, Maimunah mengaku dalam kondisi sangat baik, meski rasa nyeri akibat terkadang masih dia rasakan. Dia berencana melakukan kontrol ulang untuk memastikan penyakitnya benar-benar hilang.
”Saya harap ada tindak lanjutnya lagi setelah operasi, yakni penanganan radioterapi. Saya juga berharap bisa dibantu permodalan usaha agar bisa menghidupi keluarga. Selama ini hanya mengharapkan bantuan, sedangkan suami belum bisa bekerja secara optimal,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan Bulkia. Tidak hanya dalam hal pengobatan, tetapi juga mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan. Dia bersyukur penderitaan istrinya bisa ditanggulangi dan operasi kanker payudara bisa dilakukan.
Faison, dokter bedah di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya mengharapkan Maimunah bisa menjalani radioterapi atau terapi sinar radiasi dalam pengobatan kanker. Selain pembedahan dan kemoterapi.
Dia menjelaskan, radioterapi bermanfaat menjadi pengobatan utama untuk sembuh dari kanker dan membantu mengurangi ukuran kanker sebelum dilakukan pembedahan.
”Manfaat radioterapi pada setiap pasien kanker berbeda-beda, karena tergantung kasus kanker itu sendiri. Tujuannya untuk membunuh dan menghentikan pertumbuhan sel kanker,” katanya.
Faison mengungkapkan, di RSUD Doris Sylvanus hanya memiliki pelayanan kanker di bidang bedah. Padahal, kanker tak hanya bedah semata. Ada berbagai macam, seperti kanker otak, kandungan, paru, hingga darah. Dari berbagai penyakit itu harusnya ada ahlinya masing-masing.
”Kalau untuk bedah bisa 90 persen ditangani dengan baik. Saya harap ada fasilitas untuk penanganan kanker lagi. Dokternya sudah ada, tetapi konsultannya belum ada. Makanya selalu dirujuk dan itu sangat tinggi sekali, karena fasilitas belum ada, yakni radioterapi,” katanya.
Menurut Faison, biaya pengobatan kanker sangat besar. Apalagi jika sampai ditangani ke provinsi lain. ”Makanya saya harap pihak berwenang di pemerintahan bisa memikirkan menyediakan fasilitas. Kasus kanker itu lumayan banyak. Semoga bisa terlayani di Doris, tapi harus ada tenaga medisnya terlebih dahulu,” katanya.
Faison mengungkapkan, fasilitas dan penanganan kemoterapinya sebenarnya sudah ada, tetapi tenaganya belum ada. ”Makanya saya harap ada fasilitas sinar radioterapi, biar tidak dirujuk lagi ke daerah lain. Sinar radioterapi bisa digunakan dalam penanganan kanker lainnya. Artinya, tidak hanya buat bedah, tetapi yang lain juga bisa, seperti dokter kandungan dalam melakukan fasilitas sinar tersebut,” katanya. (***/ign)








