Hujan Deras, ASN Kotim Tetap Semangat Datang Ikuti Bimbingan Rohani

bimbingan rohani kristen pemkab kotim
SIRAMAN ROHANI: Kegiatan bimbingan mental dan kerohanian ASN Kristen Protestan dan Katolik di lingkup Pemkab Kotim, Kamis (29/9). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menggelar kegiatan pembinaan mental rohani aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan kali ini ditujukan bagi ASN beragama Kristen Protestan dan Katolik yang dilaksanakan di ruang rapat lantai 2 Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Kamis (29/9).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kotim Diana Setiawan yang mewakili Bupati Kotim Halikinnor. Turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim Wim RK Benung.

Bacaan Lainnya

Pembinaan mental dan kerohanian ASN Kristen Protestan dan Katolik di lingkup Pemkab Kotim mengangkat tema ”Dipilih untuk Menghasilkan Buah’.

Diana menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusinya bagi kesuksesan acara tersebut. Pasalnya, meskipun sejak pagi Sampit diguyur hujan, para ASN Kristen Protestan dan Katolik tetap semangat datang mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Dokter Spesialis RSUD Murjani Sampit Berikan Layanan Gratis di Sebabi

Berkaitan dengan tema, Diana menuturkan, ASN dipilih dan ditetapkan Tuhan agar menghasilkan buah yang baik, untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dinikmati oleh orang lain. ASN yang beriman akan selalu menganggap setiap pekerjaan dan jabatan merupakan sebuah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan dengan penuh kesetiaan dan kejujuran.

”Pekerjaan kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dapat dikatakan sebagai orang yang diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk melayani masyarakat. Oleh karena itu, sudah semestinya kita bekerja dengan berdasarkan firman Tuhan, salah satunya dengan cara menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan kepada kita dengan penuh tanggung jawab sesuai peraturan,” katanya.

Diana meminta para ASN melakukan setiap pekerjaan yang dipercayakan seperti untuk Tuhan, bukan untuk kepentingan pribadi maupun golongan. Dengan demikian, hasil pekerjaan menghasilkan buah yang dapat dinikmati diri sendiri maupun orang lain.

Pos terkait