Kembali Kunjungan Banjir Palangka Raya, Kali Ini Mensos Berencana Bangun Buffer Stock

TINJAU BANJIR: Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Kota Palangka Raya untuk meninjau langsung lokasi pascabanjir dan menyalurkan bantuan, Rabu (24/11). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Banjir besar yang sempat melanda Kota Palangka Raya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali menjejakkan kakinya di Ibu Kota Provinsi Kalteng itu, Rabu (24/11).

Kunjungan Risma didampingi Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. Risma mendatangi pengungsi banjir di penampungan sementara Gedung Olahraga (GOR) KONI. Dia juga mengecek kondisi penyintas banjir serta menanyakan kebutuhan mereka yang dirasakan kurang.

Bacaan Lainnya

Kunjungan mendapat sambungan hangat dari masyarakat. Terlebih anak-anak dan penerima bantuan. Bantuan logistik yang diberikan dalam bentuk makanan anak sebanyak 210 paket, kids wear 200 paket, family kit 140 paket, tenda gulung merah 30 lembar, kasur merah 100 lembar, selimut 20 lembar, matras merah 105 lembar, serta sejumlah bantuan lainnya.

”Saya datang ke sini untuk memastikan jangan sampai ada warga terisolir dan tidak bisa mendapatkan akses makanan lantaran jalan atau jangkauannya tertutup. Memang saat ini banjir di beberapa tempat sudah surut, tapi jangan lengah. Sebab, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada bulan Februari nanti,” kata Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya ini menekankan, pihaknya akan melakukan koordinasi terkait langkah ke depan dan mengajak kepala daerah di Kalteng mengambil langkah mitigasi bencana. Termasuk menyiapkan titik untuk didirikan lumbung sosial (buffer stock).

”Kita tidak menghendaki adanya bencana lanjutan. Tapi, tetap perlu disiapkan agar mengurangi risiko bencana. Saya kira perlu pendirian buffer stock di setiap kecamatan, nanti juga akan diambil langkah konkret di empat kabupaten dan kota,” kata Mensos.

Risma menambahkan, Kementerian Sosial telah melakukan koordinasi dengan unsur penanganan bencana daerah, mendata korban terdampak, mengevakuasi ke tempat aman, menyediakan penampungan sementara, mendirikan dapur umum, membantu penyaluran logistik, dan memberikan bantuan.

”Saya meminta kepala daerah menyusun pemetaan wilayah, di mana lokasi yang paling ideal untuk pendirian lumbung sosial,” ujarnya.

Salah seorang pengungsi dan penerima bantuan, Yulianti (65), mengaku tak menyangka mendapat bantuan sosial dari kementerian berupa bahan pangan dan lainnya. Bantuan tersebut sangat berguna baginya dan sangat dinantikan.

Pos terkait