Ketika Polisi Bentuk Grup Musik, Tampil di Pasar Rakyat hingga Hajatan Warga

Cara Humanis Polres Sukamara Sampaikan Pesan Kamtibmas

gaspol band polres sukamara
SOSIALISASI: Anggota Polres Sukamara yang tergabung dalam Gaspol Band Polres Sukamara saat tampil menghibur masyarakat. (FAUZIANUR/RADAR SAMPIT)

Sosialisasi dan imbauan pemerintah kepada masyarakat kerap tak dianggap. Selain membosankan, penyampaian yang kaku juga membuat orang sering gagal paham. Polres Sukamara memiliki cara unik dan humanis untuk menyiasati hal itu.

FAUZIANNUR-radarsampit.com, Sukamara

Bacaan Lainnya

Lentingan melodi gitar mengalun merdu. Selaras irama hentakan stik drum berpadu dengan tuts piano. Sesekali terdengar irama lagu pop dan rock. Terkadang irama dangdut dengan suara khas ketipung dan suara merdu penyanyinya.

Sekilas seperti konser musik profesional. Padahal, penampilan sebuah grup musik di pasar rakyat Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Grup musik itu bernama Gaspol Band. Personelnya diisi para anggota Kepolisian Resor (Polres) Sukamara. Formasi band itu terdiri dari Bripka Ade Sanjaya sebagai lead gitar, gitar 2 Bripka Wahyu, bassis piano Briptu Tyo Nugro, drumer Briptu Ade Indrawan, keyboardis Bripka Syukur, terompet dan trombone Briptu Diyo Akbar, penyanyi Briptu Alya dan Bripka Sujarwo.

Grup musik ini menjadi salah satu pengisi acara hiburan pasar rakyat yang dilaksanakan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Sukamara.

Di sela menghibur pengunjung pasar, para anggota kepolisian ini menyelipkan pesan dan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Misalnya, mengajak warga agar ikut vaksinasi Covid-19, bersama-sama mencegah peredaran dan penggunaan narkoba, tertib dan taat aturan dalam berlalu lintas, menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan, hingga waspada terhadap ancaman banjir. Pesan yang disampaikan Master of Ceremony (MC) itu menjadi lebih humanis.

Penampilan Gaspol Band di pasar rakyat tersebut tidak saja sebagai penghibur dan penyampai pesan Polri, tetapi ikut andil dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi Covid-19 dengan bersinergi bersama pemerintah daerah. Pasar rakyat merupakan program Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Sukamara dalam upaya membantu peluang pasar bagi produk UMKM.

Salah satu strategi meramaikan kunjungan pasar adalah dengan menyediakan acara hiburan berupa pentas seni dan musik.

”Pagelaran pentas seni dan musik di pasar rakyat bertujuan memberikan sebuah hiburan bagi para pengunjung dan menarik minat warga agar mau datang ke pasar, kemudian berbelanja. Gaspol Band kami nilai sebagai salah satu grup musik yang bagus di Sukamara dan cocok mengisi acara hiburan. Mereka juga dapat langsung menyosialisasikan program kepolisian dan kamtibmas. Hal itu sangat diperlukan dalam menciptakan kondusifitas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelaku usaha,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Sukamara Iswan Gemayana.

Pedagang mengakui penampilan Gaspol Band cukup membantu mengundang perhatian warga agar datang ke pasar rakyat berkonsep kuliner itu. Suasana pasar menjadi lebih hidup dengan adanya hiburan musik. Pedagang dan pengunjung tidak merasa bosan, meskipun mereka harus mendengarkan pesan kamtibmas.

”Sangat membantu sekali, karena mereka menghibur dan mengundang pengunjung datang berbelanja. Jika bisa, saat tampil lebih banyak lagu dangdutnya,” kata Kaspul, anggota komunitas UMKM yang biasa berjualan di lokasi itu.

Gaspol Band tidak saja mengisi hiburan di pasar rakyat, namun juga sewaktu-waktu diminta mengisi acara hajatan warga. Kesempatan itu dijadikan sebagai sarana komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang hadir sebagai tamu undangan. Metode seperti itu memang tidak formal, namun terdengar lebih bersahabat di telinga masyarakat.

Pos terkait