SAMPIT, radarsampit.com – Proyek perbaikan lapangan sepak bola Stadion 29 November Sampit akhirnya selesai. Kemarin (23/11), proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 2.781.545.000 itu selesai dikerjakan menggunakan dana APBD Kotim.
Proyek ini termasuk dalam program pengembangan kapasitas daya saing keolahragaan yang dikerjakan sejak 27 Juli – 23 November 2022 atau 120 hari sesuai kontrak kerja. Pekerjaan dilakukan CV Cipta Jasa Nadiyatama sebagai kontraktor pelaksana dan CV Sivil Design sebagai konsultan pengawas.
Pantauan Radar Sampit, dua pekerja terlihat menyirami lapangan yang masih gersang dan hanya nampak pasir putih yang terhampar. Bibit rumput asli sudah ditanam, namun masih belum tumbuh sempurna. Pemeliharaan dengan penyiraman air perlu rutin dilakukan.
”Rumput sudah ditanam, cuma belum terlihat. Ini sudah memasuki tahap pemeliharaan. Setiap hari lapangan sepak bola disiram agar rumput yang ditanam tumbuh subur,” kata Setia Wijaya, Konsultan Pengawas CV Sivil Design, Rabu (23/11).
Setia menargetkan selama 3-4 bulan rumput akan tumbuh subur dan siap digunakan pada pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng tahun depan.
”Pekerjaan fisik sudah selesai 100 persen. Sekarang memasuki tahap pemeliharaan. Target kami, dalam empat bulan rumput akan mulai tumbuh subur dan terlihat banyak. Pekerja harus telaten menyirami setiap hari,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Wim Reinardt Kalawa Benung mengatakan, lapangan sepak bola berukuran 108 meter x 65 meter yang tadinya gersang sudah ditanami rumput hidup atau rumput asli sesuai standard nasional.
”Penanaman rumput memerlukan pemeliharaan. Mulai pemupukan dan penyiraman secara rutin. Perlu waktu 3-6 bulan dari menanam sampai lapangan bisa digunakan,” kata Wim.
Pihaknya menggunakan rumput asli jenis Zoysia Matrea Linm yang umum digunakan untuk lapangan sepak bola berstandard nasional. Jenis rumput yang biasa digunakan untuk lapangan sepak bola, di antaranya Zoysia Matrella (ZM), Cynodon Dactylon (CD), Axonopus Compressus (AC), rumput sintetis, dan rumput campuran.
Ketiga rumput tersebut banyak digunakan sebagai dasar lapangan sepak bola. Dua rumput terakhir, yakni rumput sintetis dan campuran hanya pilihan.
Rumput ZM atau biasa disebut rumput manila, menggunakan media tanam pasir dan umumnya ditemukan di area pinggiran pantai. Berwarna hijau pekat dibanding rumput lainnya. Memiliki tekstur yang tajam namun tetap aman untuk sepatu bola pemain.
Rumput ini dinilai cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Rumput ini juga disebut-sebut memiliki kasta tertinggi dibandingkan rumput lain. Hal itu pula yang membuat kebanyakan stadion besar menggunakan rumput ZM seperti, Stadion Gelora Bung Karno dan Gelora Bandung Lautan Api.
Rumput tersebut memiliki kekuatan akar yang baik. Perawatannya memerlukan pengelolaan tingkat tinggi, lebih sulit, dan biaya mahal. Harga jual rumput ZM berkisar Rp 80 ribu – Rp 120 ribu per meter persegi.
Jenis rumput kedua yakni rumput CD atau biasa disebut rumput bermuda. Rumput ini umum digunakan di stadion di Eropa, Asia Timur, dan negara yang beriklim dingin. Perawatan mahal dan rentan terkelupas apabila tersandung atau terkena gesekan. Harga jualnya tak jauh beda dengan rumput ZM, yakni dikisaran Rp 70 ribu – Rp 100 ribu per meter persegi.
Untuk rumput AC atau biasa disebut rumput gajah, sering ditemukan di taman dan alun-alun kota. Kekuatan akar rumput ini cukup baik. Memiliki daun yang lebih lebar, namun mudah rusak apabila terkena pul sepatu bola.








