Orang nomor satu di Kabupaten Kotawaringin Timur, Halikinnor, menapaki usia 61 tahun. Doa dan ucapan selamat datang silih berganti. Sejumlah harapan terselip di hari jadinya.
YUNI PRATIWI ISKANDAR, Sampit | radarsampit.com
Mengenakan kemeja putih panjang, dengan bawahan celana kain hitam, Bupati Kotim Halikinnor melangkah memasuki aula rujab bupati Kotim. Dia menyapa satu per satu tamu yang hadir.
Ada sejumlah kepala satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) beserta jajaran, serta tamu undangan dari berbagai instansi. Mulai dari instansi vertikal, swasta, perbankan, dan insan pers.
Tanpa canggung, Halikinnor yang didampingi Sekda Kotim Fajrurrahman duduk bersila di antara para tamu. Tak ada meja, kursi, maupun aturan keprotokolan yang mengharuskannya duduk di kursi mana, di samping siapa. Acara tersebut jauh dari kesan formal. Semua terlihat santai. Penuh kebersamaan, saling berbaur.
Di depan panggung aula, tampak nasi tumpeng dan beragam kue ulang tahun yang hampir semuanya bertuliskan Selamat Ulang Tahun Bapak Bupati Kotim Halikinnor ke-61. Tersusun rapi di atas dua meja panjang beralas kain merah terang.
Tepat tanggal 15 November kemarin merupakan hari jadi Bupati Kotim Halikinnor yang ke 61 tahun. Acara di aula Rujab Bupati Kotim itu sengaja digelar dalam rangka syukuran hari ulang tahun orang nomor satu di Kotim itu, sekaligus silaturahmi. Doa selamat dipanjatkan ke hadirat Tuhan YME. Pembacaan doa dipimpin oleh Asisten III Setda Kotim.
”Tadi membaca doa selamat itu bukan untuk saya sendiri tapi untuk kita semua,” ucap Halikinnor.
Mantan Sekda Kotim itu bersyukur masih diberikan umur panjang di usianya yang sudah tidak lagi muda. Dia juga mengucapkan terima kasih atas ucapan dan perhatian jajarannya, masyarakat, dan semua pihak yang mendoakan pertambahan usianya.
”Alhamdulillah diberikan kesehatan, sehat walafiat hingga di umur saya yang saat ini menginjak usia 61 tahun. Saya terima kasih sekali kepada teman-teman dan masyarakat yang mengucapkan selamat ulang tahun,” katanya.
Kakek dari dua orang cucu itu sempat memohon maaf, karena selama satu minggu terakhir tidak berada di Sampit. Dia diharuskan menghadiri kegiatan di luar kota.
Bagi Halikinnor, pertambahan usia hanyalah angka. Meski saat ini sudah masuk kategori lanjut usia (lansia), Halikinnor tetap memiliki semangat besar. Apalagi dengan amanah sebagai kepala daerah yang diembannya, yang bahkan sering kali mengharuskannya kerja tak kenal waktu.
”Sebenarnya ini sudah usia pensiun. Sudah lansia. Tapi, karena masih tugas, siang malam masih semangat. Umur bukan apa-apa, bukan berarti dengan usia yang sudah tua lalu kinerja kita menurun. Tidak,” tegasnya.
Halikinnor bersyukur, di usianya yang ke-61 tahun, masih terus diberi kesehatan oleh Allah SWT. Hal itu memacu Halikinnor untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat dan berupaya menebarkan manfaat melalui kemampuan yang ia miliki.
”Mudahan dengan usia yang sudah senja ini, saya masih bisa bermanfaat bagi keluarga, bagi masyarakat, dan bagi daerah,” katanya.
Sebagai kepala daerah, Halikinnor menyadari tuntutan masyarakat akan kepemimpinannya terhadap pembangunan cukup tinggi. Dia berharap selalu diberikan kesehatan untuk bisa melanjutkan pembangunan yang ada saat ini.
”Perlu kita ketahui, tuntutan ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan sangat tinggi sekarang ini. Sehingga saya harap semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk pembangunan dan demi kemajuan Bumi Habaring Hurung ini,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Halikinnor meminta turut mendoakannya agar upayanya mewujudkan pemerataan pembangunan berjalan maksimal di tengah segala keterbatasan yang dimiliki daerah.








