PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Membaiknya infrastruktur Jalan Ahmad Shaleh yang menghubungkan Pangkalan Bun dan Kecamatan Kotawaringin Lama membuat pengendara roda empat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Padahal, di ruas jalan antar kabupaten dan provinsi tersebut terdapat banyak gang menuju permukiman, bahkan ada sekolah.
Mirisnya, di mulut gang-gang tersebut tidak terdapat rambu-rambu lalulintas untuk peringatan kepada pengemudi roda empat agar memperlambat laju kendaraan.
Terhitung di dua kelurahan yang berada di sisi jalan yang masuk wilayah administratif Kelurahan Raja Seberang dan Mendawai Seberang terdapat kurang lebih 10 gang, dimana masyarakat keluar masuk setiap harinya.
“Yang kita khawatirkan ketika masyarakat yang akan keluar menuju Kota Pangkalan Bun, karena lalu lintas padat sementara rambu peringatan untuk kendaraan yang melintas tidak ada, ini sangat rawan,” kata Randu, warga Kelurahan Raja Seberang.
Dengan kontur jalan dari dalam gang menuju jalan raya yang lebih tinggi, mengakibatkan warga sering nyelonong tanpa memperhatikan kanan dan kiri jalan. Begitupula saat jam pulang sekolah, banyak anak sekolah yang keluar menuju jalan raya.
Banyak kendaraan roda empat yang melintas dengan kecepatan tinggi saat melintas. “Hampir rata-rata kendaraan yang melintas tidak pernah pelan,” ungkapnya.
Warga Kelurahan Mendawai Seberang, Salma mengatakan, setiap hari berangkat bekerja harus ekstra hati-hati karena banyak kendaraan.
“Ngeri kalau pas mau belok, mereka lewat. Memang butuh konsentrasi saat berkendara, kita harapkan agar dishub memasang rambu untuk peringatan bahwa di sini banyak keluar masuk kendaraan,” pungkasnya. (tyo/yit)