SAMPIT – Meski sebagian besar anggota komunitas Mentaya Max Owner (MMO) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjalankan ibadah puasa, hal itu tidak membuat mereka mengurangi aktivitas.
Sabtu (1/5) lalu, puluhan anggota MMO Sampit berkumpul di Basement Jalan Jeruk IV. Mereka bersiap-siap berangkat menuju dua desa di Kecamatan Cempaga, yakni Desa Patai dan Desa Cempaka Mulia Barat. Sekitar pukul 10.00 WIB, puluhan anggota berangkat mengendarai Yamaha NMax dan XMax.
Masing-masing membawa puluhan paket sembako untuk masyarakat. Keberangkatan mereka dikawal dua anggota Satlantas Polres Kotim.
Wakil Ketua MMO Sampit Muhammad Zarkasih mengatakan, gerakan membantu sesama yang dinamakan bakti sosial itu bukanlah kali pertama mereka lakukan.
“Setiap tiga bulan sekali kami rutin mengadakan baksos untuk membantu masyarakat di Kotim. Memang tidak bisa membantu seluruh masyarakat Kotim secara keseluruhan, tetapi yang terpenting kami sudah memulainya,” ujar Zarkasih didampingi Sekretaris MMO Kotim Fafan Rinaldy.
Terdapat 44 paket sembako yang dibagikan untuk warga. Sebanyak 22 paket sembako dibagikan untuk warga di Desa Cempaka Mulia Barat dan 22 paket sembako dibagikan untuk warga di Desa Patai.
Paket sembako senilai Rp 137 ribu itu terdiri atas beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, sarden 2 kaleng, susu dua kaleng, gula 1 kg, teh dan kopi.
“Paket sembako ini didanai oleh urunan atau patungan bersama 52 anggota MMO Sampit. Hasilnya terkumpul Rp 13 juta dan kita belanjakan sembako untuk membantu masyarakat di Cempaga,” katanya.
Penyaluran paket sembako diserahkan ke warga Desa Cempaka Mulia Barat dan setelah itu ke Desa Patai.
“Kami sudah koordinasi dengan Ketua RT setempat sehingga saat kami datang warga sudah berkumpul dan siap menerima bantuan paket sembako dari kami,” katanya.
Terik matahari yang panas diawal Mei 2021 itu, tak membuat puluhan anggota MMO kehabisan tenaga. Sore harinya mereka melanjutkan berbagi ratusan takjil di persimpangan Jalan HM Arsyad – Jalan MT Haryono.
“Siang istirahat sebentar, sorenya kami lanjut membagi 500 paket takjil untuk para pengendara yang lewat,” katanya.
Fafan mengatakan, bantuan dari para anggota MMO memang tidak seberapa. Namun, sejak 1 Oktober 2018 Komunitas MMO itu dibentuk, anggota MMO berusaha konsisten untuk mengadakan baksos secara konsisten.
“Insha Allah kegiatan baksos ini terus kita laksanakan secara rutin,” kata pria yang sudah bergabung sejak September 2019 lalu.
Malam harinya, puluhan anggota MMO Sampit mengadakan buka puasa bersama di Warung Ayu Ngguyu Jalan Tjilik Riwut. Semua bersenang-senang menjalin silahturahmi. Buka puasa bersama juga diselingi kuis yang mengundang sorak gembira.
Ida Jaleha anggota MMO Sampit yang saat itu menjadi moderator mengubah suasana menjadi ramai dan penuh kekeluargaan. Suara mereka beradu dengan derasnya hujan di luar sana.
“Kami bersyukur anggota MMO akhirnya bisa berkumpul meluangkan waktu di tengah kesibukan masing-masing. Berbagi cerita dan canda tawa. Semoga kebersamaan ini terus terjalin,” tandas Fahmi, penasehat MMO Sampit. (hgn/yit)








