SAMPIT – Bencana banjir yang menimpa sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) turut mengetuk hati berbagai pihak termasuk PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III untuk membantu warga yang terdampak banjir.
Bantuan sosial berupa paket sembako senilai Rp 60 juta dari PT Pelindo III Pelabuhan Sampit dan Begendang disalurkan untuk warga yang terdampak banjir di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan dan Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Bantuan paket sembako ini kami salurkan untuk warga Katingan Tengah sebanyak 280 paket dan dilanjutkan Senin depan (hari ini) 220 paket untuk warga yang terdampak banjir di Kotabesi,” kata Akhmad Fajar, General Manager Pelabuhan Sampit dan Bagendang saat diwawacarai Radar Sampit usai penyerahan bantuan di Kantor Kecamatan Katingan Tengah, Sabtu (11/9).
Paket sembako tersebut terdiri dari 1 sak beras kemasan 5 kg, 5 bungkus mie instan, 1 liter minyak goreng, 1 kotak teh, dan 2 bungkus kopi. Masing-masing paket senilai Rp 120 ribu.
“Bantuan paket sembako ini kami harapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami dampak banjir baik di Katingan maupun warga yang terdampak banjir di Kotim,” katanya.
Warga Desa Samba Katung Maya Celvia (26) menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu warga di Kecamatan Katingan.
“Desa kami diseberang dari banjir sampai surut belum mendapatkan bantuan. Baru tadi ada penyaluran untuk Desa Samba Katung dan Samba Bakumpai. Tetapi, belum semua mendapatkan bantuan. Saya berterima kasih kepada PT Pelindo III yang sudah peduli terhadap warga di Katingan,” kata Maya Celvia.
Untuk ketahui, berdasarkan data BPBD Kalteng bencana banjir telah merendam 11 kabupaten diantaranya, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat, Lamandau, Katingan, Gunung Mas, Pulang Pisau, Seruyan, Murung Raya, Sukamara, Barito Utara, dan Kota Palangka Raya. Sebanyak lebih dari 23 ribu KK atau 43 ribu penduduk terdampak banjir.
Di Kabupaten Kotim, bencana banjir telah merendam sebanyak 5.251 KK atau 10.585 jiwa di 51 desa/kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan. Banjir terjadi selama tiga pekan lalu sejak Senin (23/9). Kondisi ketinggian air sempat surut, namun kembali naik beberapa kali akibat tingginya curah hujan.
Camat Katingan Tengah Yobie Sandra mengatakan di Kecamatan Katingan Tengah, banjir telah merendam 7.043 KK atau 19.478 jiwa di 15 desa dan satu Kelurahan Samba Kahayan.
“Semua desa di Katingan Tengah terendam banjir kecuali satu Desa Mirah Kalanaman yang tidak terdampak banjir,” kata Yobie Sandra, Camat Katingan Tengah.
Bencana banjir sudah terjadi sejak Senin (16/9) lalu. Puncaknya terjadi pada Senin (30/9). Banjir pasang surut sebanyak tiga kali dengan ketinggian banjir hingga mencapai 1,5 meter. Bahkan, kejadian banjir sempat mengakibatkan akses jalan terhambat.
“Sudah mulai surut sejak lima hari ini. Jalan baru bisa diakses tiga hari ini. Sekarang kami memasuki penanganan pascabencana banjir dengan memberikan pengobatan untuk warga yang dilayani nakes dari Dinkes Provinsi Kalteng,” katanya.
Atas bantuan sosial dari PT Pelindo III, Yobie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya.
“Mohon maaf menunggu lama, karena kami tadi sedang menyalurkan bantuan paket sembako dari Pemprov Kalteng untuk warga di Desa Samba Katung dan Samba Bakumpai. Saya ucapkan terima kasih atas bantuan dari bapak yang datang jauh-jauh kemari hanya untuk menyerahkan bantuan untuk warga kami yang terdampak banjir,” katanya.
Anggota DPRD Ketua Komisi IV Kurniawan yang saat itu menemani GM Pelindo Pelabuhan Sampit dan Bagenndang mengatakan apresiasi yang luar biasa untuk PT Pelindo III yang ikut peduli membantu warga yang terdampai banjir.







