Pemkab Kobar bisa Gunakan Dana Cadangan untuk Tangani Demam Berdarah Dengue

Plh Sekda Kobar Juni Gultom
Plh Sekda Kobar Juni Gultom

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat akan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.

Penggunaan anggaran tersebut juga telah disepakati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar sekitar Rp 6 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

Plh Sekda Kotawaringin Barat Juni Gultom mengatakan, BTT tersebut bisa digunakan untuk penanganan kebencanaan termasuk kasus DBD. Hanya saja penggunaan dana cadangan tersebut harus melihat level dari kasus tersebut.

“Kita bukan tidak ada anggaran, sebab berdasarkan kesepakatan bersama DPRD Kobar, telah disiapkan dana cadangan sebesar Rp 6 miliar lebih. Dana tersebut bisa digunakan jika dalam keadaan darurat,” kata Plh Sekda Kobar Juni Gultom menanggapi perihal tidak adanya anggaran dalam penanganan DBD karena kasusnya naik di penghujung tahun 2023 lalu.

Juni Gultom membeberkan untuk penanganan kebencanaan maupun penanganan kasus DBD, sementara ini pihaknya belum mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Kobar apakah sudah masuk kategori kejadian luar biasa atau belum. “ Jika memang mendesak bisa digunakan anggaran itu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Takut Viral, Maling Amatir Buang Hasil Kejahatannya

Ia juga menyebut bahwa berdasarkan laporan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan Dinas Kesehatan Kobar saat ini memang ada peningkatan kasus DBD dibandingkan dari tahun sebelumnya, bahkan penyebarannya hampir di semua kecamatan di Kotawaringin Barat.

Pemerintah daerah, lanjut Juni, melalui Dinas Kesehatan telah melakukan penanganan di lapangan, agar penyebarannya tidak semakin meluas, seperti melakukan pengasapan di wilayah terjadinya kasus DBD.

“Dalam penanganan kasus DBD ini, Pemkab Kobar bersama pemerintah desa dan masyarakat telah bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran kasus DBD. Masyarakat bersama aparat desa, kelurahan melakukan gotong royong  membersihkan lingkungan, agar tidak ada tempat untuk bersarangnya dan berkembang biak nyamuk aedes aegypti,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kobar, M Rusdi Gozali mengatakan dua bulan terakhir ini sudah banyak masyarakat yang terdampak penyebaran demam berdarah dengue.



Pos terkait