Pemkab Kotim Siapkan SPBU Khusus untuk Penuhi BBM Relawan Karhutla

satgas karhutla kotim
Satgas Karhutla Kotim kini mengandalkan salah satu upaya tambahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026. (BPBD Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengambil langkah untuk mengatasi kendala bahan bakar minyak (BBM) yang dialami relawan saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Relawan yang selama ini harus mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kini disiapkan akses pengisian khusus.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, kebijakan tersebut ditujukan bagi relawan yang terlibat langsung dalam pemadaman karhutla dan sudah tercatat dalam koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Bacaan Lainnya

“Nanti bagi yang memang relawan yang ikut memadamkan kebakaran, rekomendasinya minta di BPBD. Nanti dikoordinasikan di BPBD,” kata Halikinnor.

Menurutnya, mekanisme tersebut dibuat agar petugas di lapangan tidak kehilangan banyak waktu hanya untuk mendapatkan BBM. Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu faktor penting karena kendaraan operasional harus terus bergerak menuju lokasi kebakaran.

Pemkab Kotim juga telah berkomunikasi dengan Pertamina mengenai teknis penyaluran BBM melalui SPBU yang ditunjuk. Pengaturan lebih lanjut diserahkan kepada Pertamina sebagai pihak yang membina pengelola SPBU.

“Sementara ini tadi kan sudah kita bicarakan dengan Pertamina. Jadi biarlah urusan Pertamina yang mengurusnya,” ujar Halikinnor.

Dia menambahkan, pemerintah daerah masih membuka opsi menambah SPBU yang melayani kebutuhan operasional karhutla. Langkah itu akan dilakukan apabila pasokan dari lokasi yang telah ditentukan belum mencukupi kebutuhan para relawan.

“Kalau kita khusus menyiapkan tempat tertentu untuk pemerintah daerah ternyata kosong, nah itu baru kita tambahkan SPBU yang lain,” pungkasnya.

Kebijakan tersebut diharapkan membuat mobilisasi relawan lebih cepat. Dengan tidak lagi terkendala antrean panjang saat mengisi BBM, tenaga dan waktu dapat difokuskan untuk menangani titik-titik karhutla di wilayah Kotim.

 

 

Pos terkait