Peternak Babi di Gumas Harus Lakukan Biosecurity

Tim dari Balai Veteriner Banjarbaru didampingi DTPHP Kalteng dan Distan Gumas mengambil sampel di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kamis, (7/10/2021). (istimewa)

KUALA KURUN – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengimbau para peternak babi di daerah setempat agar melakukan biosecurity. Mengingat dalam beberapa minggu terakhir cukup banyak babi yang mati karena diduga tertular penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

“Biosecurity merupakan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk mencegah penyakit masuk ke dalam peternakan ataupun menyebar ke luar peternakan,” ujar Kepala Distan Kabupaten Gumas, Letus Guntur saat dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (9/10).

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas ini menuturkan, hingga 7 Oktober 2021, pihaknya telah menerima laporan ada 286 ekor babi yang sakit dan yang mati 127 ekor.

Babi yang sakit dan mati tersebut, tutur mantan Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Gumas ini, tersebar di sejumlah desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Sepang, Mihing Raya, Kurun, dan Tewah.

Secara umum, ternak babi yang sakit memiliki gejala demam dan kurang nafsu makan. Ada juga yang disertai badan gemetar, bintik-bintik kemerahan di badan, dan kelemahan umum sehingga tidak bisa berdiri.

Namun untuk memastikan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan. Pengambilan sampel sudah dilakukan oleh Balai Veteriner Banjarbaru, dengan didampingi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) serta Dinas Pertanian Kabupaten Gumas.

“Pengambilan sampel dilakukan baik itu di wilayah dengan asumsi aman atau tidak ada laporan kematian ternak babi dan juga ke daerah terjangkit atau ada laporan ternak babi sakit,” tuturnya.

Letus juga menyampaikan, pengambilan sampel dilakukan pada 7-8 Oktober 2021. Untuk pengambilan sampel daerah aman/ tidak ada laporan kejadian penyakit ternak babi yakni di Desa Tumbang Empas dan Desa Tuyun, Kecamatan Mihing Raya.Sedangkan pengambilan sampel daerah terjangkit yakni di Kelurahan Kuala Kurun dan Desa Tumbang Hakau, Kecamatan Kurun, serta di Kelurahan Kampuri dan Desa Dahian Tambuk, Kecamatan Mihing Raya.

Sembari menunggu hasil penelitian keluar, peternak babi diminta melakukan biosecurity, dengan cara menyemprotkan desinfektan, terutama di kandang dan lingkungan sekitar kadang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *