SAMPIT, radarsampit.com – SMP Negeri 1 Cempaga melakukan kunjungan jurnalistik ke Kantor Radar Sampit, Sabtu (16/12/2023). Kegiatan yang berorientasi untuk peningkatan literasi digital itu diikuti seluruh tenaga pendidik dan staf kependidikan.
Kegiatan yang digelar di aula Kantor Radar Sampit tersebut berlangsung santai dengan banyak diskusi yang terjalin dengan tenaga pendidik SMPN 1 Cempaga.
Kepala SMPN 1 Cempaga La Fahudi mengakui perkembangan teknologi yang semakin canggih seperti pisau bermata dua. Kalau tidak hati-hati digunakan bisa berbahaya tidak hanya bagi para tenaga pendidik tapi juga anak didik. Karena itu, kesadaran literasi digital perlu ditingkatkan termasuk juga cara berpikir kritis.
“Sebagai tenaga pendidik kita wajib memberikan contoh yang baik kepada anak didik. Sikap bijak dan kreatif harus kita tularkan kepada anak didik terutama dalam pemanfaatan teknologi sehingga informasi yang didapat sesuai dengan kebutuhan dan tidak menyimpang, “ ungkap La Fahudi.
La Fahudi juga mendorong para tenaga pendidik memanfaatkan fasilitasi literasi digital salah satunya lewat media Radar Sampit untuk penambahan kredit dalam penunjang peningkatan karir. Misalnya dengan membuat tulisan yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Pada kesempatan ini kita bisa menjalin kerjasama dengan Radar Sampit supaya para tenaga pendidikan di SMPN 1 Cempaga bisa difasilitasi untuk membuat tulisan yang bisa dimuat di Radar Sampit,” ucap La Fahudi.
Sementara itu, manajer pemasaran Radar Sampit Tono Triyanto mengucapkan terimakasih atas kunjungan yang dilaksanakan SMPN 1 Cempaga. Selama ini, menurut Tono Radar Sampit terbuka untuk siapapun baik itu lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerintahan dan lainnya untuk berkunjung termasuk belajar soal jurnalistik dan seluk beluknya.
“Kami mengapresiasi penuh kepada siapapun yang melaksanakan kunjungan ke Radar Sampit. Sejauh ini sudah banyak terutama lembaga pendidikan yang datang untuk belajar langsung tentang pembuatan koran hingga pembelajaran jurnalistik,” ucap Tono.
Tono menjelaskan kecakapan generasi muda dalam pemanfaatan teknologi tidak diragukan lagi. Jika itu dibarengi dengan kesadaran (bijak), itu bisa memberikan dampak yang signifikan. Guna beradaptasi sekaligus menyeimbangkan literasi digital, Tono memberikan beberapa kiat yang bisa dilakukan siswa termasuk juga tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi digital.
Pertama, partisipasi; memberikan kontribusi untuk tujuan bersama. Maksudnya siswa dan guru dapat berperan serta untuk menjadi partisipasi literasi digital bukan sekadar produksi dan konsumsi. Kedua, pemanfaatan; yakni bagaimana kita memanfaatkan hal-hal yang sebelumnya untuk membentuk hal baru. Maksudnya, kita dapat memanfaatkan momentum canggihnya teknologi sebagai aset untuk cakap dalam literasi. “Jangan melihat kemajuan sebagai ancaman tetapi dijadikan sebagai peluang. Masa depan milik orang-orang yang menguasai teknologi digital,” ucap Tono. (soc/ton)








