Ramai-Ramai Keluhkan Meroketnya Harga Minyak Goreng

sampit
HARGA MEROKET: Pedagang bahan kebutuhan pokok di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit juga mengeluhkan tingginya harga minyak goreng, Minggu (31/10). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Meroketnya harga minyak goreng belakangan ini mendapat keluhan sejumlah warga Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Di beberapa lokasi, harga minyak goreng bahkan menyentuh Rp 37 ribu – Rp 38 ribu per 2 liter kemasan.

Kenaikan harga membuat pembeli hingga pedagang warung mengeluh. Jaya, pemilik warung bahan pokok di Kota Sampit, mengaku mulai menerima komplain dari pembeli karena harga minyak goreng semakin mahal. Bahkan, jumlah pembeli mulai turun.

Bacaan Lainnya

”Pembelinya kurang. Belum lagi mereka komplain saat mendengar harganya,” katanya, Minggu (31/10).

Jaya menambahkan, kebanyakan pembeli kaget saat mendengar kenaikan harga tersebut. Pasalnya, minyak goreng bukan bahan makanan sekali habis untuk kalangan rumah tangga, sehingga saat mereka membeli beberapa waktu lalu, harga minyak goreng belum semahal sekarang.

Jaya pun tidak mengetahui penyebab naiknya harga minyak goreng. ”Katanya bahan mentahnya yang mahal karena dipakai untuk membuat bahan bakar atau gimana, saya juga tidak tahu,” ujarnya.

Sebagai pedagang, Jaya hanya mengikuti harga pasaran, sementara harga ditentukan dari pusat. Harga normal minyak goreng berkisar Rp 15 ribu per liter, tapi kini dibanderol Rp 18 ribu – Rp 20 ribu per liter. Harga minyak goreng kemasan berat 2 liter normalnya sekitar Rp 32 ribu, tergantung merek.

Baca Juga :  Ikan Laut Kosong, Daging Ayam Naik Lagi 

Sementara itu, Emillia, warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang juga kaget dengan kenaikan harga minyak goreng. Apalagi dirinya mengelola rumah makan.

”Minyak goreng jadi kebutuhan dasar kami, karena semua masakan pasti menggunakan minyak goreng,” ucapnya.

Kenaikan harga sangat berpengaruh terhadap pendapatannya, sementara dia tidak bisa menaikkan harga makanan yang dia jual. ”Harga jualnya tetap, sementara kalau goreng ayam atau ikan minyaknya kan harus banyak,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng sering dia rasakan setiap menjelang akhir tahun, namun tidak seberapa. ”Biasanya minyak naik saat akhir tahun, tapi tidak semahal sekarang. Ini naiknya banyak sekali,” katanya.

Emillia mengaku harus mengeluarkan uang Rp 37 ribu untuk minyak goreng kemasan 2 liter. Padahal, dua hari sebelumnya minyak yang dia beli masih seharga Rp 33 ribu. (yn/ign)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *