Saat Warga Tionghoa Sampit Merayakan Imlek 2574 Kongzili

Waktunya Kumpul Keluarga, Menjaga Tradisi Bersama

ibadah imlek
IBADAH: Umat Buddha Vihara Karuna Maitreya Sampit melaksanakan ibadah tutup tahun jelang Imlek 2574 Kongzili, Sabtu (21/1) malam. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Warga Tionghoa di Kota Sampit menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili yang jatuh pada 22 Januari 2023 dengan penuh sukacita. Tahun ini kegiatan itu lebih leluasa karena tak ada lagi pembatasan.

Sebelum datangnya tahun baru, umat Buddha warga keturunan Tionghoa di Vihara Karuna Maitreya, Sampit, melaksanakan ibadah tutup tahun atau Xin Nian. Ibadah itu menandakan berakhirnya tahun 2573 Kongzili, tahun shio macan air. Ibadah berlangsung pukul 21.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Setelah ibadah tutup tahun, umat akan melanjutkan ibadah selanjutnya pada pukul 23.00 WIB, yakni ritual menyambut tahun baru atau Bai Nian. Berdasarkan lunar kalender, tahun ini merupakan shio kelinci air.

”Ibadah malam Tahun Baru Imlek dibagi dua. Pertama diawali puja bakti tutup tahun jam sembilan malam, dilanjutkan ibadah jam sebelas malam. Diawali dengan ritual persembahan, kemudian ritual menyambut tahun baru atau Bai Nian, sekaligus memperingati hari kelahiran Buddha Maitreya,” kata Pengurus Vihara Karuna Maitreya Sampit Ong Agus, Sabtu (21/1).

Baca Juga :  Pengumuman Hasil Tes Seleksi Tekon Diundur, Disdik Upayakan Akomodir sesuai Kebutuhan

Selain ibadah yang digelar umat Buddha, saat menyambut tahun baru Imlek 2023, warga Tionghoa juga memiliki banyak tradisi yang selalu dijaga. Mulai dari mempersiapkan makanan hingga bersih-bersih rumah dan altar tempat sembahyang. Tak lupa menyiapkan angpao yang selalu wajib ada saat tahun baru Imlek.

Saat malam tahun baru, biasanya masyarakat Tionghoa akan makan besar yang dihadiri seluruh anggota keluarga.

”Menikmati makan malam reuni keluarga di malam tahun baru Imlek sudah menjadi tradisi di keluarga kami. Perayaan Imlek adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Terutama keluarga yang lama merantau. Ini saatnya kumpul,” kata Alie, warga keturunan Tionghoa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Pos terkait