SAMPIT, radarsampit.com – Belum genap sebulan sejak dua kecelakaan maut melibatkan truk di Sampit menelan dua nyawa manusia. Peristiwa memilukan itu kembali menimpa warga. Dua korban yang disebut-sebut sebagai pasangan suami istri itu, langsung tewas setelah disambar monster jalanan di Jalan Jenderal Sudirman km 1, Rabu (21/6).
Dua korban, Sumanto Hari Purnomo (55) dan Yani Suningsih (51), awalnya terpental ke aspal setelah tersenggol truk melintas di jalur itu. Mereka lalu disambar truk berikutnya. Truk kedua inilah yang menyebabkan keduanya meninggal di tempat. Kejadian nahas itu sekitar pukul 19.30 WIB. Korban diketahui tinggal di Jalan Jenderal Sudirman km 12.
Korban yang menunggangi motor jenis matik terkapar di jalan menuju Sampit. Sang sopir truk dikabarkan langsung kabur. ”Kedua korban tewas. Kaki yang perempuan putus dilindas truk. Kaki kanan dan tangan kanannya patah,” kata Dianur, warga di lokasi kejadian.
Dia menuturkan, korban saat itu berboncengan menuju arah Sampit. Mereka tak menyangka dari arah belakang meluncur sejumlah truk dengan kecepatan tinggi. Keduanya langsung jatuh ke aspal setelah disambar. Celakanya, truk di belakangnya terus melaju hingga melindas korban. ”Truknya tidak ada di lokasi. Semoga dengan banyaknya CCTV di sekitar mal hingga Bundaran Polres Kotim bisa mengungkap pelaku tabrak lari ini,” ujar seorang warga.
Jenazah kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit. Kepala Ruang Jenazah Ferdinan Kastro mengatakan, Sumanto menderita tulang rahang patah dan dada sebelah kanan remuk. Sementara Yani, kaki kanannya putus, selangkangan patah, dan dada bawah remuk. Luka berat itulah yang diduga menyebabkan keduanya langsung tewas.
Warga lainnya di lokasi mengaku heran dengan tingginya lalu lintas truk yang bebas melenggang di Sampit seolah tanpa pengawasan. ”Kalau seperti ini terus, sampai kapan nyawa warga jadi korban truk-truk angkutan yang seenaknya masuk kota dan ugal-ugalan,” kata pria yang enggan menyebutkan namanya ini.
Aparat kepolisian belum bisa dihubungi terkait peristiwa maut tersebut. Termasuk kemungkinan sopir menyerahkan diri ke polisi setelah melindas dua korban.
Terus berulangnya peristiwa yang sama membuktikan bahwa kekhawatiran warga terhadap tingginya lalu lintas truk di jalanan Kota Sampit, memang berpotensi besar mencabut nyawa manusia. Selain sopir yang kerap ditemukan ugal-ugalan, besarnya badan kendaraan menyesaki jalan, hingga membuat ruang pengendara lain terbatas.
Kekhawatiran tersebut kian menjadi karena setiap kecelakaan yang melibatkan monster jalanan itu, dipastikan selalu ada korban jiwa. Seorang ibu rumah tangga, Misri (43), misalnya, tewas mengenaskan setelah kepalanya dilindas raksasa jalanan tersebut di perempatan Jalan Kapten Mulyono – MT Haryono, 24 Mei lalu.
Kecelakaan maut melibatkan truk berulang dua pekan setelahnya. Tepatnya pada 6 Juni, Pengendara motor bernama Rahmat Adiyatma, tewas setelah kepalanya terlindas truk di Jalan Wengga Metropolitan.
Terkait kecelakaan maut yang kerap melibatkan truk di Sampit, Dinas Perhubungan Kotim sebelumnya menyatakan telah berulang kali mengimbau sopir angkutan berat agar tidak melintas jalan dalam kota. Selain mempercepat kerusakan aspal jalan, hal itu bisa berakibat fatal, yakni merenggut nyawa manusia.








