SD Wijaya Kusuma 2 Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional

sd wijaya kusuma 2
PENGHARGAAN: Kepala SD Wijaya Kusuma 2 Eko Prasetyo bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Seruyan Muhamad Mukhlis saat menerima penghargaan di Jakarta.

SAMPIT, radarsampit.com – SD Wijaya Kusuma 2 PT Sumur Pandanwangi-Hanau dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. Penghargaan ini diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada Kepala SD Wijaya Kusuma 2 Eko Prasetyo di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Selasa (17/10/2023).

SD Wijaya Kusuma 2 yang beralamat di Desa Derangga, Kecamatan Hanau, menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten Seruyan sejak 20 April 2018 dan berlanjut memperoleh Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalteng 28 Desember 2018. Status Sekolah Adiwiyata Provinsi dilanjutkan dengan perpanjangan status ke DLH Provinsi Kalteng tahun 2023. Akhirnya, tahun ini, Sekolah di bawah Yayasan Wahyu Wijayakusuma yang dibina oleh Enny Lukitaning Diah tersebut dinobatkan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

SD wijaya kusuma 2
ADIWIYATA NASIONAL: Menteri LHK Siti Nurbaya menyerahkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional kepada Kepala SD Wijaya Kusuma 2 Eko Prasetyo di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Kepala SD Wijaya Kusuma 2 Eko Prasetyo mengatakan, proses menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional cukup panjang. Diawali dengan mengajukan diri sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN).  Pihaknya mempersiapkan segala persyaratan yang telah ditetapkan oleh  KLHK dan menjalani verifikasi.

Seluruh aspek yang dinilai dipersiapkan dengan baik dan berkesinambungan yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan (evaluasi) yang memuat kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, konservasi air, penanaman dan pemeliharaan pohon, inovasi terkait penerapan PRLH (penerapan perilaku ramah lingkungan hidup), konservasi energi, serta MoU dengan beberapa pihak terkait untuk menunjang kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Belum Ada Jaminan, Rencana Wisata Buaya selesaikan Masalah Serangan Predator Sungai

Berbagai inovasi yang diterapkan murid, diantaranya membuat pot berbahan handuk, semen, dan kertas bekas, membuat keranjang ramah lingkungan berbahan rotan, dan membuat lubang biopori di halaman sekolah, dan berbagai kegiatan lainnya.  Murid juga mengelola bank sampah,  memanfaatkan kardus bekas untuk celengan, dan membuat kompos dari daun kering.  Ada pula kegiatan konservasi dengan menampung air hujan untuk kolam ikan dan kampanye hemat listrik.



Pos terkait