Seanewati Oetama Dilantik sebagai Ketua STIE Sampit  

STIE SAMPIT
SUMPAH JANJI : Pengambilan sumpah janji Seanewati Oetama sebagai ketua STIE Sampit  oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kotawaringin Timur Martha Ujay, Sabtu (22/2). STIE FOR RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.com – Seanewati Oetama, resmi dilantik sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit periode 2023-2027, Sabtu (22/2). Pelantikan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan serta perwakilan perguruan tinggi di Kotawaringin Timur.

Dalam sambutannya, Seanewati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin STIE Sampit. Ia mengakui bahwa tugas ini bukanlah hal yang mudah, namun dengan kerja sama seluruh pihak, ia optimistis dapat membawa STIE Sampit menjadi lebih baik dan relevan.

Bacaan Lainnya

“Saya yakin bisa menjadikan STIE Sampit lebih baik lagi. Salah satunya melalui pembaruan kurikulum serta pelatihan dosen yang memiliki jiwa kewirausahaan. Selain itu, kami juga akan mengembangkan kerja sama dengan industri agar lulusan STIE Sampit semakin siap menghadapi dunia kerja,” ujar Seanewati.

Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk bersinergi dalam menjadikan STIE Sampit sebagai pusat kemajuan bisnis. “Mari kita satukan tekad dengan langkah nyata agar STIE Sampit semakin berkembang dan berdaya saing,” tambahnya.

STIE SAMPIT
FOTO BERSAMA : Seluruh civitas akademika STIE Sampit, petinggi Yayasan Pendidikan Kotawaringin Timur, perwakilan LLDikti Wilayah XI Kalimantan, perwakilan perguruan tinggi dan BEM STIE Sampit berfoto bersama usai pelantikan Seanewati Oetama sebagai ketua  STIE Sampit.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Kotawaringin Timur, Donny Yohannes Laseduw, menyatakan bahwa pelantikan ini menjadi bagian dari sejarah panjang STIE Sampit. Ia juga mengapresiasi kesediaan Seanewati untuk memimpin institusi tersebut, menggantikan ketua STIE Sampit sebelumnya Thamrin Noor yang telah tutup usia.

“Hari ini merupakan sejarah baru bagi STIE Sampit karena mata rantai sejarah kembali tersambung. Terima kasih kepada Ibu Seanewati yang telah bersedia memimpin STIE. Sehebat apa pun seorang pemimpin, tanpa kerja sama yang baik, tidak akan bisa mencapai keberhasilan,” ungkap Donny.

Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan pendidikan tinggi swasta. Sebab pendidikan swasta tidak mendapat subsidi dari pemerintah seperti perguruan tinggi negeri.

” Oleh karena itu, kita harus memiliki produk unggulan, terutama dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan UMKM,” lanjutnya.

Donny pun mengajak seluruh pihak untuk terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan.

Ketua LLDikti Kalimantan Muhammad Akbar, dalam sambutannya mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus terus beradaptasi dengan tantangan zaman. Ia menyoroti pentingnya menyiapkan kader yang dapat meneruskan perjuangan dalam dunia akademik.

“Kita semua akan berakhir, tetapi institusi tidak boleh berakhir. Dosen akan pensiun, mahasiswa akan lulus, dan kita harus menyiapkan generasi penerus,” katanya.

Akbar juga menyinggung tantangan berat yang dihadapi perguruan tinggi, terutama dalam hal efisiensi anggaran. Saat ini, kampus-kampus negeri di Indonesia mengalami pemangkasan anggaran yang luar biasa.

“Namun, perguruan tinggi swasta sudah terbiasa dengan dinamika ini dan tetap bertahan dengan kreativitas serta inovasi,” tuturnya.

Adapun pelantikan ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kotawaringin Timur Martha Ujay, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Kotawaringin Timur Elis Natalin, Pembina Yayasan Kotawaringin Timur Jonni Purwanto, Ketua Senat STIE Sampit Ahmad Rudini, serta perwakilan dari berbagai universitas dan perguruan tinggi.

Pos terkait