Sikap warga yang mengeluhkan dan berani ”bersuara” terkait kondisi jalan rusak di Desa Pelantaran, membuahkan hasil. Aspirasi itu bakal segera ditindaklanjuti.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Jalan Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, bakal segera diperbaiki. Perbaikan dilakukan sebagai upaya tindak lanjut merespons keluhan warga setempat yang kesulitan melewati jalan tersebut.
”Kami sudah mengecek lokasi. Besok rencananya mulai dilakukan dibantu dana CSR dari PT Windu Nabatindo Lestari,” kata Sumantri, Kades Pelantaran saat dikonfirmasi Radar Sampit, Senin (21/4).
Perbaikan rencana akan dikerjakan sepanjang 3,5 km dengan anggaran sebesar Rp9 juta untuk menyediakan bahan material tanah laterit.
”Ada dua titik jalan rusak cukup parah. Kendalanya karena faktor curah hujan tinggi ditambah jalan dipaksa dilewati kendaraan angkutan berat bermuatan sawit yang mempercepat kerusakan jalan,” ujarnya.
Perbaikan Jalan Desa Pelantaran sebelumnya pada Januari 2025 lalu sudah pernah dilakukan PT Windu Nabatindo Lestari. Namun, jalan kembali rusak dan sulit dilewati.
”Dua titik jalan rusak Januari lalu sudah diperbaiki. PT Windu selalu mendukung kemajuan masyarakat dan sudah sering membantu perbaikan jalan, namun dikarenakan faktor hujan dan sering dilewati kendaraan bermuatan sawit, sehingga jalan cepat rusak,” ujarnya.
Sebelumnya, jalan rusak di Jalan Desa Pelantaran Bawah Kecamatan Cempaga Hulu dikeluhkan warga setempat. Selama kurang lebih dua tahun jalan tanah laterit yang belum beraspal itu kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.
”Jalan ini sudah rusak parah. Saat hujan jalan berlumpur sangat sulit dilewati. Kasihan anak-anak sekolah yang ingin melewati jalan situ kesulitan. Anak saya saja sudah seminggu tak bisa sekolah,” kata Agus Andrianto, warga Desa Pelantaran, Jumat (18/4) lalu.
Lokasinya berada dipertigaan Jalan Tjilik Riwut km 71 dan Parenggean. Jalan rusak yang dinamakan Jalan Desa Pelantaran Bawah ini memiliki panjang 4 kilometer dan sekitar 1 km dari muara jalan masuk mengalami kerusakan pada titik tertentu.
”Jalan ini satu-satunya akses menuju kampung. Di dalamnya ada SDN 2 Rubung Buyung dan SMP Pelantaran Agro Estate, setiap hari kami melewati jalan ini,” ucap pria yang sudah tinggal di Desa Pelantaran sejak tahun 2008 ini.
Bukan hanya dilewati warga, jalan ini juga digunakan pihak perusahaan untuk jalur keluar masuk kendaraan angkutan berat bermuatan tandan buah segar (sawit) milik PT Windu Nabatindo Lestari yang merupakan grup dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA).
”Kendaraan bermuatan berat juga melewati jalan Desa Pelantaran sekitar 500 meter dari muara masuk jalan, setelah itu mereka buka jalan masuk sendiri menuju perusahaan,” ujarnya.
Pada Desember 2024 lalu, perbaikan jalan pernah dilakukan namun di arah hilir dekat perkampungan dengan cara penimbunan agregat dan bantuan alat berat.
”Kami sudah mengusulkan sama kades dan perusahaan terdekat belum direspons. Kabarnya tahun ini ada dianggarkan sebesar Rp9 juta dan bantuan material penimbunan tetap dibantu pihak perusahaan. Tapi hingga saat ini perbaikan belum juga dikerjakan,” ujarnya.
Meskipun perbaikan jalan sudah pernah dilakukan, tetapi kurang pemeliharaan dan kurang pengawasan, sehingga jalan yang kembali rusak tidak langsung ditangani.
”Mohon bantuannya, paling tidak ada penanganan dari Pemerintah Desa Pelantaran bekerja sama dengan perusahaan agar segera diperbaiki, sehingga tidak lagi menghambat anak-anak menuju sekolah,” katanya. (***/ign)








