Siapkan PTM dengan Percepat Vaksinasi Pelajar

Pelaksanaan vaksinasi pelajar di Palangka Raya beberapa waktu lalu, sebagai salah satu upaya mempersiapkan PTM.(istimewa)

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran mengharapkan, kabupaten dan kota terus mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi untuk untuk kelompok pelajar dan tenaga pendidik. Sebagai salah satu upaya membantuk kekebalan komunitas di dunia pendidikan.

Percepatan vaksinasi ini juga sebagai salah satu kesiapan semua satuan pendidikan dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sehingga pembentukan kekebalan komunitas di lingkup pendidikan harus diperhatikan, sebelum PTM ini dibuka sepenuhnya.

“Pemerintah harus menjamin ketika PTM ini dibuka, seluruh anak-anak kita (siswa) sudah mendapat vaksinasi, begitu juga tenaga pendidiknya. Kesehatan peserta didik harus diperhatikan dari saat ini, baru PTM bisa dilaksanakan,” katanya, kemarin.

Sugianto mengakui, pembelajaran jarak jauh (PJJ) ataupun metode dalam jaringan (daring) yang diterapkan selama ini, pada dasarnya sudah sangat baik untuk menjamin materi pelajaran tetap bisa berjalan dengan baik.

Kendati demikian, PJJ dan sistem pembelajaran daring yang sudah berlangsung cukup lama dinilai membuat siswa jenuh dengan sistem tersebut. Peserta didik pastinya sangat merindukan sekolah normal kembali, mengingat peran tatap muka antara guru dan murid tidak dapat digantikan sepenuhnya dengan peran teknologi.

“Saya memahami kerinduan anak-anak untuk segera kembali bersekolah normal seperti biasa, bertemu teman-temannya dan melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung,” ungkapnya.

Pelajar usia 12-17 tahun menjadi kelompok sasaran vaknasi Covid-19 yang saat ini tengah dipacu pemerintah. Bupati dan wali kota pun diingatkan turut memerhatikan pelaksanaan vaksinasi ini di daerahnya, sehingga semua siswa dapat dipastikan mengikuti kegiatan vaksinasi.

“Saya ingin memastikan vaksinasi untuk anak didik ini betul-betul terlaksana dengan baik, sehingga herd immunity di seluruh satuan pendidikan telah terbentuk, agar tidak ada keraguan lagi untuk melaksnakan pembelajaran tatap muka,” pungkas Sugianto. (sho/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *