SAMPIT, radarsampit.com – Kode etik dan menjalankan tugas luhur jurnalistik untuk pengabdian yang terbangun sejak Radar Sampit berdiri 17 tahun silam, membuat koran ini kerap menyuarakan kepentingan banyak orang. Tak jarang pemberitaan mengenai keluhan dan aspirasi publik, jadi acuan penentu kebijakan mengambil keputusan.
Wakil I DPRD Kotim Rudiannur menangkap hal itu dari pemberitaan dan isu yang kerap diangkat Radar Sampit. Politikus Golkar tersebut menghadiri syukuran sederhana HUT ke-17 Radar Sampit sekaligus buka bersama, Senin (17/4).
Menurut Rudiannur, Radar Sampit merupakan media yang selalu memberitakan informasi secara seimbang. Produk jurnalistik yang ditampilkan mewakili apa yang ada dalam pikiran banyak orang.
”Tahun 2014 saya belum begitu dekat dengan Radar Sampit. Seiring berjalannya waktu selama kurun waktu sepuluh tahun menjadi anggota DPRD, Radar Sampit media yang luar biasa. Pembawaan para jurnalisnya, pendekatan dengan narasumber sangat baik. Membuat berita selalu berimbang dan bahkan sebelum diberitakan itu koordinasi dulu dan verifikasi dulu, sehingga itu yang saya katakan media yang luar biasa,” katanya.
”Radar Sampit memang beda. Bukan saya membandingkan dengan media lain, tapi saya meyakini bagi saya pribadi media Radar Sampit merupakan media yang terpercaya,” tambahnya lagi.
Rudiannur melanjutkan, pemberitaan yang disajikan Radar Sampit selalu memberikan kritikan dan saran yang membangun. ”Wartawan Radar Sampit juga selalu stanby di DPRD. Setiap hari kami baca Radar Sampit, sebagian besar masyarakat Kotim senang membaca Radar Sampit. Setiap kali saya mendengar kabar dari masyarakat, tahu beritanya darimana, jawabnya dari Radar Sampit,” ujarnya.
Di usianya yang menapak 17 tahun, Rudiannur berharap Radar Sampit dapat menjadi media yang lebih maju, terus eksis, dan bisa lebih baik lagi ke depannya. ”Pertahankan apa yang sudah ada. Saya doakan Radar Sampit lebih maju, eksis, dan lebih baik lagi dalam segala hal baik itu dari sisi pemberitaan dan hubungan komunikasi,” ujarnya.
Pada momen buka bersama tersebut, sejumlah tamu yang hadir dari kalangan pejabat, perwakilan TNI/Polri, wartawan, sejumlah perwakilan perkebunan kelapa sawit, bos perhotelan, dan Muhammad Arsyad, pendiri Radar Sampit yang pernah menjabat pemimpin perusahaan pada 2006-2014.
Direktur Radar Sampit Siti Fauziah menyampaikan rasa terima kasih kepada tamu undangan yang hadir. ”Semoga ke depannya silaturahmi dan komunikasi ini dapat terus terjaga,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Fauziah menceritakan secara singkat berdirinya Radar Sampit pada 2006. Membawa misi membangun daerah Kotim yang dulunya sempat terpuruk karena tragedi kelam tahun 2001 yang begitu melekat dalam ingatan masyarakat.
”Proses berdirinya Radar Sampit sebagai bentuk kepedulian Jawa Pos grup, mengingat tragedi kerusuhan di tahun 2001 yang masih membayangi dan membuat perekonomian Kotim menurun. Akhirnya, Pak Wahyudi selaku Bupati Kotim saat itu, menyetujui berdirinya Radar Sampit,” ujarnya.
Fauziah melanjutkan, perjalanan panjang selama 17 tahun memberikan warna dan perubahan bagi perumbuhan Radar Sampit. ”Kami hadir hampir di semua platform media, memiliki akun Instagram dengan jumlah puluhan ribu follower. Kami tidak hanya mengandalkan koran cetak, juga memiliki media online radarsampit.com, Youtube, Facebook, TikTok, dan Twitter yang masih terus dikembangkan,” ujarnya.
”Saya dan kita semua sama-sama berdoa agar Radar Sampit dapat terus tumbuh dan berkembang. Menjaga terus soliditas dan dapat memberikan manfaat untuk banyak orang, khususnya masyarakat Kotim,” katanya.








