Tak Bisa Berkilah, Kakek Bejat Mengaku Salah

Polisi Miliki Bukti Video Aksi Cabulnya

kakek cabuli cucu
KAKEK CABUL: Pelaku pencabulan kepada cucunya sendiri saat diamankan anggota Polres Lamandau, Sabtu (26/2) (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

NANGA BULIK – Aksi pencabulan yang dilakukan seorang kakek terhadap cucunya sendiri membuat geram masyarakat Lamandau, Kalimantan Tengah. Banyak pula yang  tidak percaya karena selama ini pelaku termasuk orang yang ditokohkan di lingkungannya.

“Awalnya tersangka mengaku hanya tiga kali melakukan perbuatannya. Tapi setelah diperiksa secara intensif akhirnya dia mengakui semua perbuatannya. Tersangka tidak bisa mengelak karena ada bukti video,” jelas Kasatreskrim Polres Lamandau, Iptu I Wayan Wiratmaja Swetha, melalui Kanit III Satreskrim Polres Lamandau Aipda Fransisca Dhamayanti, Senin (28/2).

Tersangka mengaku tergiur dengan tubuh cucunya yang mulai tumbuh. Selain itu kakek cabul ini juga merasa terbiasa mencium cucunya. Akhirnya pelaku tak kuasa menahan nafsu bejatnya sehingga nekat mencabuli cucunya yang seharusnya dia lindungi dan sayangi.

Selama ini korban tinggal di rumah kakek dan neneknya sejak duduk di bangku kelas 6 SD. Awalnya sang kakek sering mencium korban yang diakui sebagai tanda kasih sayang.

Namun lambat laun setelah korban beranjak dewasa hingga SMA, kakeknya semakin berani berlaku tidak senonoh. Terutama jika neneknya sedang tidak ada. “Menurut keterangan korban, pernah saat korban berupaya melawan dan mengunci pintu ia justru dimarahi dan dipukul tersangka,” jelasnya.

Baca Juga :  Hilangkan Stigma Negatif Terkait Pelayanan Perizinan dan Investasi

Korban yang tidak kuat mengalami perlakuan bejat sang kakek kemudian menceritakan penderitaan itu kepada temannya. Kemudian temannya menyarankan agar korban merekam perbuatan kakeknya secara diam-diam.

“Saat itu korban diam-diam sengaja merekam perbuatan kakeknya. Kemudian mengadukannya ke ayahnya dan dilaporkan ke Polres,” tambahnya.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan mengumpulkan barang bukti. Korban sendiri selama pemeriksaan didampingi oleh psikolog dari UPTD PPA Kabupaten Lamandau. (mex/sla)

Pos terkait