MALANG, radarsampit.com – Seorang pria di Singosari Kabupaten Malang membakar rumah berisi istri, anak dan cucunya. Peristiwa memilukan itu terjadi di Dusun Gentong, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Rabu tengah malam (5/7).
Sekitar pukul 23.30, pria bernama Sujarwo nekat membakar rumah anaknya dalam kondisi seluruh pintu terkunci. Pria berusia sekitar 60 tahun itu pun tewas terpanggang. Sementara istri, anak, dan cucu kembarnya mengalami luka bakar.
Kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar pukul 23.40. Beberapa orang langsung berdatangan. Dari jarak dekat mereka mendengar suara beberapa orang berteriak minta tolong. Warga kesulitan masuk lantaran pintu dalam kondisi terkunci.
Kentongan pun ditabuh. Warga semakin banyak yang berdatangan. Mereka akhirnya bisa membuka pintu, kemudian memadamkan api dengan menyiramkan air ke ruangan tamu, kamar, hingga dapur. Proses pemadaman berlangsung selama satu jam. Setelah itu, warga mendapati empat orang mengalami luka bakar. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, tiga lainnya mengalami luka bakar 50 persen dan dirawat di rumah sakit.
Data kepolisian menunjukkan bahwa korban meninggal adalah Sujarwo. Sedangkan yang mengalami luka bakar antar lain Handayani (58, istri Sujarwo), Erickawati (36, anak Sujarwo), dan Revandra Aqlan Saputra (9, anak dari Erickawati). Sementara rumah yang dibakar Sujarwo itu milik Erickawati.
”Pada saat dilakukan pemadaman, warga melihat Erickawati bersama tiga anaknya berusaha keluar dari rumah itu melalui jendela depan,” ujar Samsul, salah seorang warga yang menjadi saksi kemarin.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian menunjukkan ada unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Semua bermula dari persoalan rumah tangga yang dialami Sujarwo dengan Handayani sejak sepekan terakhir. Handayani bahkan tidur di rumah Erickawati yang berada di belakang rumah Sujarwo.
Malam itu, tiba-tiba Sujarwo memaksa masuk ke rumah anaknya itu melalui jendela. Dia marah sambil membawa tongkat kayu yang di bagian ujungnya dipasang magnet. Selanjutnya dia bertengkar dengan Handayani di dalam kamar.
Sujarwo yang sudah emosi memukulkan tongkat tersebut ke arah kepala Handayani. Pemukulan itu diketahui Revandra. Bocah berusia 9 tahun itu kemudian masuk ke dalam kamar untuk menolong neneknya. Sujarwo lantas keluar, menyiramkan solar ke ruang tamu, kemudian membakarnya. Diduga dia ingin bunuh diri bersama seluruh keluarganya.
Ketua RT 02/RW 02 Heru Setiawan juga mengatakan bahwa di di internal keluarga Sujarwo sudah sering cekcok sejak bulan suci Ramadan lalu. Sudah pernah dilakukan mediasi dengan bantuan perangkat desa. Namun akhir-akhir ini Sujarwo kembali sering berulah.
Menurut Heru, Handayani bahkan sudah tidak berada di rumah Sujarwo sejak dua bulan terakhir. Dia memilih tinggal di rumah Erickawati bersama cucu-cucunya. Handayani juga memboyong dagangan sembako miliknya ke rumah anaknya tersebut.
”Pak Sujarwo dulu bekerja sebagai sopir truk. Sekarang sudah tidak bekerja lagi,” ujarnya. Karena tidak memiliki pekerjaan itulah, warga menduga Suarwo mengalami depresi. Tidak ada pemasukan sehari-hari dan kerap marah.
Sampai akhirnya, petaka itu terjadi pada Rabu malam. Sujarwo kembali berulah dengan membakar rumah anaknya. Hasil pemeriksaan terbaru yang dilakukan pihak kepolisian menunjukkan bahwa tubuh Sujarwo ikut terbakar. Kemungkinan terkena bahan bakar yang dia siramkan di dalam rumah Erickawati, kemudian tersulut api. Sujarwo juga diduga mengalami sesak napas sebelum akhirnya meninggal. (pri/fat/sla)








