Peluh keringat mengucur jelas dari raut wajah Irawati. Dia kelelahan setelah bermain bulu tangkis sekitar 2,5 jam di Gelanggang Olahraga (GOR) Habaring Hurung, Sampit, Sabtu (26/6) malam lalu. Begitu istirahat, dia langsung meneguk jus dalam botol yang disiapkan.
Malam itu dia tak sendiri. Ada banyak orang termasuk sejumlah pejabat menghabiskan waktu akhir pekan dengan bermain bulu tangkis. Direktur Radar Sampit Siti Fauziah ikut hadir dan bermain.
”Bisa tenang juga tidur malam ini habis membalas (smash) Ibu Irawati,” sahut Siti Fauziah usai bertanding sengit dengan Irawati.
Kepada Radar Sampit di sela istirahatnya, Irawati mengatakan, selama ini dukungan keluarga begitu berarti bagi dirinya. Keluarganya, khususnya suami dan anaknya memahami setiap kesibukannya sebagai wabup dan sebagai seorang istri.
”Alhamdulillah, saya terima kasih atas dukungan dari keluarga. Suami juga paham watak saya dan paham tugas saya, jadi tidak ada melarang melakukan ini dan itu. Yang penting semua sudah terlayani dengan baik,” kata Irawati.
”Apabila saya berangkat kerja, masakan sudah ada. Misalkan ada kegiatan maraton, berarti saya siapkan makan pagi dan siangnya. Pagi pun saya masih sempat masak sendiri, karena orang rumah masih belum terbiasa dengan masakan orang lain. Saya siapkan sesuai permintaan. Anak mau makan apa, suami mau makan apa,” tambahnya lagi.
Irawati melanjutkan, setiap Jumat dia sering memasak untuk dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan, seperti tukang sapu, tukang becak, dan lainnya.
Irawati lalu berbagi tips menjaga kesehatan di tengah kesibukannya yang sangat padat. ”Saya tidak ada minum vitamin. Saya menjalani hidup berjalan apa adanya, ikhlas, niat kerja, dan hati yang senang. Rasanya imun itu bisa meningkat dengan sendirinya,” ujarnya.
”Jadi, pekerjaan saya anggap hobi. Supaya pekerjaan itu melekat dalam diri, dinikmati saja. Tapi, untuk makanan tetap saya jaga. Pagi saya minum jus buah apa saja yang ada di rumah. Kalau siang baru makan nasi. Itu pun sedikit, kadang juga tidak makan nasi, hanya sayur sama ikan, malamnya jus lagi sambil diselingi olahraga. Main bulu tangkis minimal tiga kali seminggu dan senam aerobik seminggu sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut Irawati mengatakan, dirinya merupakan sosok yang tidak mudah percaya pada orang lain. ”Saya tipe orang yang tidak mudah percaya, kalau cuma menerima laporan tanpa melihat kenyataan di lapangan,” ujarnya.
Dia mengaku kerap menerima keluhan dari warga Kotim melalui akun sosial media pribadi miliknya, baik Instagram, Facebook, maupun WhatsApp.
”Mungkin mereka menginginkan saya menjadi seorang ibu yang bisa mendengar keluhan masyarakat. Itulah yang termotivasi saya turun ke lapangan. Ternyata setelah turun ke lapangan memang benar adanya,” katanya.
Irawati mengaku miris setelah mengetahui kebenaran tersebut. Hal itulah yang membuatnya gencar melakukan penertiban, seperti anak jalanan, miras, prostitusi, mabuk-mabukan, dan penyakit masyarakat lainnya.
”Saya miris melihatnya. Bukannya saya memberantas, tetapi mau mengurangi kehidupan prostitusi, balapan liar, dan anak-anak minum di pinggir jalan. Saya seorang ibu, pasti terpanggil melihat anak-anak yang berbuat yang tidak seharusnya dilakukan anak seusianya. Bagaimana caranya agar mereka bisa kembali ke orang tuanya dan diberikan pembinaan,” ujarnya.
Irawati menegaskan, dia akan tetap turun ke lapangan apabila memang masih banyak yang harus diperbaiki di Kotim, terutama terkait anak jalanan, kehidupan dunia malam, dan peredaran miras.
Dia juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan padanya. ”Karena yang saya kerjakan juga atas permintaan masyarakat, tapi saya juga punya keterbatasan dan saya mohon maaf apabila tidak bisa memenuhi keinginan masyarakat. Semua ikhlas. Niatnya tulus, tidak ingin mengambil pekerjaan orang lain dan tidak menghilangkan rezeki orang lain atau menjadi sok jagoan ataupun pencitraan,” tegasnya.








