WASPADA!!! Cacar Monyet Diduga Merebak di Cempaga

cacar monyet
MENULAR: Bagian telapak tangan warga di Cempaga yang seolah melepuh. (IST/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Penyakit cacar monyet (monkeypox) diduga merebak di Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah warga setempat menderita penyakit yang mudah menular tersebut. Bahkan, ada yang sudah hampir sebulan belum sembuh.

Sumianti, warga Dusun Baninan, Desa Rubung Buyung, mengatakan, salah satu orang yang terkena penyakit itu keponakannya yang berusia 14 tahun. ”Sudah  hampir sebulan ini kena cacar. Pergelangan dan telapak tangannya kena semua. Kami menyebutnya cacar monyet. Banyak juga warga lain yang terkena,” katanya, Minggu (2/4).

Bacaan Lainnya

Sumianti menuturkan, cacar tersebut banyak menyerang anak-anak. Kondisi mereka yang terjangkit tidak begitu parah dan masih bisa beraktivitas. Hanya saja, kulit mereka melepuh dan mengeluarkan cairan dan nanah.

”Selain keponakan saya, banyak juga warga lain kondisinya sama dan saat ini banyak berdiam diri di rumah saja dengan pengobatan tradisional,” katanya.

Menurutnya, penyakit itu ada yang menyerang satu keluarga. Gejala awalnya demam, lemas, hingga sakit kepala. Bahkan, ada anak usia balita yang terjangkir. Jumlah warga yang menderita penyakit itu mencapai puluhan orang. Sejauh ini, kerabatnya tersebut telah ditangani secara medis. Dia berharap Pemkab Kotim segera melakukan pelacakan kasus tersebut.

”Yang pasti, cacar itu bukan seperti cacar biasanya. Banyak sekali di kulit muncul sampai telapak tangan,” ujarnya.

Melansir laman website Kementerian Kesehatan, cacar monyet jadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merebak dari negara nonendemis. Penyakit tersebut meluas sampai ke belasan negara, yaitu regional Eropa, Amerika, dan Western Pacific. Hal tersebut membuat pemangku kebijakan di bidang kesehatan di seluruh dunia waspada.

Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis langka yang disebabkan infeksi virus monkeypox. Virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.

Cacar monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Saat itu ditemukan wabah penyakit mirip cacar yang menyerang koloni monyet yang dipelihara untuk penelitian. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini disebut sebagai cacar monyet.

Kasus cacar monyet pertama yang menginfeksi manusia tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo. Sejak itu, kasus cacar monyet dilaporkan menginfeksi orang-orang di beberapa negara Afrika Tengah dan Barat lainnya, seperti Kamerun, Republik Afrika Tengah, Pantai Gading, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, dan Sierra Leone.

Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat melewati plasenta ibu hamil ke janin. Virusnya bisa menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.

Virus juga dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.

Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Pos terkait