Antisipasi LSD Masuk Kobar, DPKH Perketat Pengawasan Hewan Masuk

pemeriksaan hewan 1
PEMERIKSAAN HEWAN: DPKH Kotawaringin Barat saat melakukan pemeriksaan hewan sapi belum lama ini. (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kotawaringin Barat memperketat pemeriksaan hewan masuk dari luar wilayah. Hal ini sebagai antisipasi masuknya penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang ternak sapi.

Sekretaris DPKH Kabupaten Kotawaringin Barat, Haryo Prabowo menegaskan untuk saat ini Kobar masih aman dari indikasi penyakit LSD. Namun mereka tidak ingin lengah dengan memperketat pemeriksaan hewan yang masuk ke Kobar.

Bacaan Lainnya
Pasang Iklan

“Kita tetap tingkatkan kewaspadaan, karena tidak menutup kemungkinan kasus LSD masuk ke Kobar. Saat ini ternak yang masuk Kobar sudah divaksin PMK dan dalam kondisi sehat,” tegasnya.

Selain itu, untuk pengawasan dan pencegahan terhadap ternak yang terpapar penyakit, mereka telah berkoordinasi dengan balai karantina asal hewan seperti di Semarang.

Kepada mereka diminta untuk ketat melakukan pemeriksaan agar jangan sampai ada hewan yang terpapar LSD dikirim ke Kobar. Namun demikian, sebelum masuk ke Kobar sudah diperiksa kesehatannya dan menjalani karantina di daerah asal dan dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Delapan Pejabat Ikuti Seleksi Calon Sekda Kobar

“Saat ada kasus LSD, waktu karantina hewan sebelum dikirim ke tempat tujuan lebih lama dari biasanya, yaitu selama 28 hari dari sebelumnya 14 hari,” terangnya.

Plt Kabid PPSK Wahyu Setiawan menjelaskan bahwa LSD merupakan penyakit pada hewan yang disebabkan virus pox. Selain sapi, LSD menyerang kerbau dan beberapa jenis ruminansia liar.

Ia juga mengatakan, LSD tidak bersifat zoonosis atau tidak menular kepada manusia, namun LSD mampu menimbulkan kerugian besar bagi peternak, karena ternak mereka akan kehilangan bobot lantaran tidak nafsu makan. Kemudian kehilangan produksi susu, menyebabkan kemandulan bagi sapi jantan, dan bagi betina yang terpapar saat hamil menyebabkan keguguran dan penyakit kulit.

Sapi yang terserang LSD menunjukkan beberapa gejala seperti demam, timbulnya benjolan-benjolan pada kulit dengan batas yang jelas, sehingga penyakit ini bisa juga dinamai penyakit kulit benjol, keropeng pada hidung dan rongga mulut dan pembengkakan pada kelenjar pertahanan. “Penularannya itu melalui serangga, seperti nyamuk, caplak, lalat dan suntik,” pungkasnya. (tyo/sla)



Pos terkait