Banjir Belum Hilang, Nanga Mua Kini Dilanda Krisis Air Bersih

air bersih
BANTUAN: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Barat mendistribusikan air bersih untuk warga Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, yang terdampak banjir, Selasa (23/04/2024).

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Warga Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, dilanda banjir akibat luapan Sungai Arut sejak dua pekan lalu. Saat ini warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum dan kebutuhan sehari-hari.

Sumur warga yang selama ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih terendam banjir dan tidak bisa digunakan. Korban banjir terpaksa membeli air bersih.

Bacaan Lainnya

Warga Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, Ariyandi mengungkapkan bahwa  sebagian warga membeli air bersih menggunakan galon, sementara warga yang tidak mampu hanya memanfaatkan air sungai.

“Kasihan kalau begini terus, warga bakal terancam diare. Bagi warga yang tidak mampu, apa yang ada saja dimanfaatkan,” ungkapnya, Selasa (23/04/2024).

Di tengah bencana banjir, warga sulit beraktivitas. Kondisi ini diperparah dengan  beban untuk membeli air bersih Rp15 ribu per galon.

Baca Juga :  Seribu Lebih Warga Harus Dievakuasi

Ia berharap ada bantuan air bersih. Selama ini bantuan dipusatkan di kantor desa, sehingga warga yang benar-benar terdampak banjir justru tidak mendapatkan bantuan karena lokasinya jauh.

“Bantuan dari pemerintah daerah dan perusahaan belum ada, kita berharap bantuan air bersih sampai kepada kami yang membutuhkan di RT 03 dan RT 02,” harapnya.

Saat dihubungi, personel Tim Reasi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Sayid Abdul Badawi mengatakan,  BPBD akan mengirimkan sebanyak tiga tangki air bersih untuk warga Desa Nanga Mua yang terdampak banjir.

“Kita kirim tiga tangki, nanti pemerintah desa yang mengatur,  dan kita drop ke kantor desa setempat, kita akan koordinasi dengan kepala desanya,” pungkasnya. (tyo/yit)

 



Pos terkait