Batamad Gumas Ajak Cegah Penyebaran Covid-19

Cegah Penebangan Liar dan Tolak Paham Radikalisme Terorisme

Ketua Batamad Kabupaten Gunung Mas Inoni, mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 hingga mencegah penebangan liar hutan, dan menolak radikalisme.

 GUNUNG MAS – Ketua Batamad Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Inoni,  secara bijaksana dan tegas mengajak masyarakat setempat, secara khusus dan Kalimantan Tengah umumnya, untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19.

Salah satunya mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksinasi dan berkomitmen memutus mata rantai penyebaran pandemi, dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Ajakan tersebut sebagai wujud komitmen bersama dalam menyikapi kondisi pandemi saat ini. Ia juga meminta masyarakat agar patuh dan taat terhadap aturan prokes, sehingga virus berbahaya itu bisa ditekan sebarannya dan kegiatan normal kembali. Hingga berdampak positif pada pemulihan ekonomi.

“Kami Batamad Kabupaten Gunung Mas mendukung pemerintah dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Gunakan masker, jauhi kerumunan, jaga jarak dan cuci tangan. Kami yakin dengan taat prokes dan melakukan pencegahan Covid-19, maka kedepan bisa lebih baik,” ujar Inoni, Minggu (10/10).

Dilanjutkannya, tidak hanya soal pencegahan Covid-19,  Batamad Gumas juga berkomitmen mendukung Polri maupun pemerintah dalam hal penindakan penebangan liar, yang merupakan salah satu dampak hingga timbulnya kerawanan banjir.

”Kami mendukung kalangan agar mencegah penebangan liar. Ingat, dampaknya adalah banjir. Jaga lingkungan, jaga kelestariannya sehingga sama-sama kita melindungi hutan di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau,” tegas Inoni.

Selain itu pihaknya juga tegas menolak paham radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Masyarakat harus terus diingatkan agar memiliki kepekaan untuk mencegah dan mendeteksi dini terhadap tumbuhnya paham-paham radikalisme.

“Jangan sampai nilai Pancasila dan budaya di Indonesia luntur karena pemahaman radikal intoleransi. Cegah dengan cara menjaga nilai itu dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari pendidikan yang benar di keluarga dan semangat gotong royong serta menghormati di lingkungan masyarakat,” pungkas Inoni. (daq/gus)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *