Bos Ayam Kalah Gugatan Sengketa Lahan

ilustrasi sidang
Ilustrasi. (net)

SAMPIT – Pemilik usaha peternakan ayam potong di Kabupaten Kotawaringin Timur, Cahyaningtias Windiasari, akhirnya kalah menghadapi gugatan warga. Pengadilan Negeri Sampit mengabulkan gugatan Budi Mulia dan Budi Santoso terkait sengketa lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 16 yang sebelumnya masuk areal bos bisnis ayam tersebut.

”Majelis hakim mengabulkan gugatan kami sebagian dan menyatakan tanah itu milik klien kami, Budi Mulia dan Budi Santoso yang diklaim tergugat,” kata Burhansyah, kuasa hukum penggugat, Senin (4/4).

Bacaan Lainnya

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim yang Abdul Rasyid menyatakan, tanah yang disengketakan sah menjadi milik Budi Mulia dengan luas sekitar 16.725 meter persegi.

Kemudian, tanah seluas sekitar 20.000 meter persegi dan 14,928 meter persegi merupakan milik Budi Santoso.

Hakim juga menghukum Cahyaningtias dan siapa pun yang menguasai tanah tersebut agar mengembalikan kepada para penggugat dalam keadaan kosong dan tanpa syarat. ”Memerintahkan tergugat tidak melakukan kegiatan dan aktivitas di atas objek perkara dan menolak gugatan para penggugat untuk selain dan selebihnya,” kata Hakim.

Baca Juga :  Gelar OTT di Kalsel, KPK Tangkap Sejumlah Orang

Budi Mulia dan Budi Santoso sebelumnya mengajukan gugatan perdata kepada Cahyaningtias Windiasari. Sebagian areal yang digugat sudah berdiri kandang milik pengusaha ayam potong tersebut.

Ada tiga objek tanah yang diklaim. Lokasinya di belakang kandang ayam tergugat, dengan luasan masing-masing 16.725 meter persegi, 20.000 meter persegi, dan 14.928 meter persegi. Budi Mulia dan Budi Santoso mendapatkan lahan setelah membeli dari Riduan Arsyad, Kardiman, dan Patur Rahim. Legalitasnya berupa Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) tahun 2000 yang dibalik nama setelah proses jual-beli pada 2019. (ang/ign)



Pos terkait