SAMPIT, radarsampit.com – Dunia olahraga di Kalimantan Tengah memasuki masa suram. Konflik para elite Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalteng berimbas pada hajatan besar pekan olahraga provinsi. Mendekati bulan pelaksanaan, kesibukan persiapan pesta olahraga itu tak begitu terlihat.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kalteng Christian Sancho mengatakan, sampai kemarin (15/5), anggaran porprov dari Pemerintah Provinsi Kalteng belum ada kejelasan. Padahal, agenda besar itu dijadwalkan digelar Juni mendatang.
”Kekhawatiran terancam gagalnya Porprov Kalteng indikatornya karena tidak ada anggaran. Namun, kita lihat nanti bagaimana perkembangannya. Semoga hal itu tidak terjadi. Ingat, porprov sangat penting bagi atlet dan keberlangsungan dunia olahraga di Kalteng,” ujar Sancho.
Sancho menuturkan, pihaknya masih menunggu kesediaan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melakukan audiensi. Pada pertemuan itu KONI bakal melaporkan kondisi saat ini, termasuk soal Porprov Kalteng.
”Semoga kegiatan ini ada solusinya dan bisa berjalan dengan baik sesuai harapan, karena sebagian cabang olahraga sudah mengikuti kegiatan Pra PON di sejumlah daerah,” katanya.
Sancho melanjutkan, KONI Kalteng telah menunjuk Bupati Kotim Halikinnor sebagai Panitia Besar (PB) Porprov. Pemkab Kotim juga telah menganggarkan dana sharing. Akan tetapi, dana itu belum bisa dicairkan karena Surat Keputusan (SK) kegiatan tersebut belum dikeluarkan Pemprov Kalteng.
”Apabila legitimasi dari Pemprov sudah keluar, anggaran tersebut bisa digunakan. Sekarang ini belum bisa karena hal tersebut belum ada (SK pelaksanaan Porprov Kalteng, Red),” ujarnya.
Sancho menambahkan, apabila Pemprov Kalteng membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengucurkan anggaran, pihaknya tak mempersoalkan. Hal itu sebagai solusi agar Porprov Kalteng 2023 bisa tetap terlaksana.
Catatan Radar Sampit, terganggunya persiapan Porprov Kalteng tak lepas dari konflik di tubuh KONI Kalteng sejak mundurnya Edy Raya Samsuri dari Ketua KONI. Pucuk kepemimpinan organisasi itu jadi kursi panas. Plt Ketua yang dijabat Sancho diprotes keras kubu Wakil Ketua Umum II Bidang Bina Prestasi KONI Kalteng Marcos Sebastian Tuwan.
Rapat pleno yang digelar di Aula Kantor KONI pada 24 Februari lalu, belum bisa membuat dua kubu berdamai. Kubu Marcos Tuwan menolak Christian Sancho sebagai Plt Ketua Umum. Marcos menegaskan, dalam forum pleno tersebut tidak ada penetapan Plt Ketua Umum KONI Kalteng. Yang ada, menurutnya, Sancho menyatakan dirinya sendiri sebagai Plt Ketua, bukan berdasarkan keputusan rapat pleno.
Konflik tersebut masih berlanjut meski telah digelar pertemuan antara pengurus KONI Kalteng dengan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran 7 Maret lalu. Pertemuan itu hanya dihadiri Marcos Tuwan, sementara Sancho yang menjadi rivalnya dalam perebutan Plt Ketua Umum KONI tak hadir, karena saat itu berada di Jakarta.
Pada pertemuan itu, Sugianto meminta kisruh dalam tubuh KONI Kalteng segera diselesaikan, mengingat ada banyak event olahraga yang akan diselenggarakan. ”Pada tahun ke depan, Kalteng akan mengadakan Porprov, Pra-PON, PON, dan Gubernur Cup. Kita juga harus mempersiapkan bibit-bibit atlet untuk bertanding pada event-event olahraga nasional, maka dari itu perlu keseriusan,” ucapnya, seperti dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos grup).
Sugianto mewanti-wanti agar kisruh KONI diselesaikan. Terkait gesekan yang terjadi antarpengurus, dia mengajak pengurus KONI Kalteng kembali ke tujuan utama KONI, yakni membina cabang olahraga dan menggali bibit unggul atlet sehingga dapat membuat Kalteng berjaya di bidang olahraga.








