Dilema Perkara Angkutan Perusahaan di Sampit

Dibatasi Kendaraan Menumpuk, Dibebaskan Keselamatan Warga Terancam

truk tangki cpo
DIBERHENTIKAN: Petugas memberikan arahan kepada sopir kendaraan berat saat memberlakukan pengalihan rute lintasan khusus untuk kendaraan angkutan berat, beberapa waktu lalu.(HENY/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, RadarSampit.com – Persoalan angkutan berat yang melintas dalam Kota Sampit membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur serbasalah mengeluarkan kebijakan. Sarana jalan yang belum memadai dan tak ada alternatif jalan lain bagi angkutan, membuat kebijakan pembatasan tak gampang dikeluarkan.

Radar Sampit mencatat persoalan tersebut terus berulang setiap tahun. Muaranya dari jalan lingkar selatan yang tak pernah serius diperbaiki. Ruas jalan tersebut penuh lubang besar yang menganga hampir di sepanjang badan jalan. Kalau pun ada perbaikan, sifatnya hanya sementara. Kerusakan mengintai setiap ”raksasa jalanan” yang berani melintas di jalur tersebut.

Bacaan Lainnya

Purnomo (54), sopir truk CPO mengatakan, setiap dua hari sekali dia mengangkut CPO milik melewati jalur lingkar selatan. ”Sudah risiko pekerjaan melewati jalan yang rusak seperti ini. Mau lewat jalan dalam kota dilarang, tapi jalan ini tak diperbaiki,” katanya kepada Radar Sampit, Oktober 2021 silam.

Baca Juga :  Pulang Mengaji, Bocah Ini Dihampiri Mobil Hitam, Nyaris Jadi Korban Penculikan

Dia menilai pemerintah setengah hati menyelesaikan perbaikan jalan tersebut. ”Kami ini merasa dianaktirikan. Jalan rusak diperbaiki, tapi belum sampai beberapa bulan rusak lagi,” katanya.

Purnomo merupakan salah satu sopir truk yang berusaha mengikuti imbauan maupun kebijakan agar angkutan berat tak melintasi jalan dalam kota. Namun, belakangan, ketika kebijakan itu mulai longgar. Sejumlah truk leluasa melintas di jalanan kota. Akibatnya, Jalan Kapten Mulyono dan HM Arsyad yang baru diaspal, perlahan mulai kembali rusak akibat dihajar ribuan angkutan berat yang melintas setiap hari.

Pos terkait