Diminta Tetap Berpasangan, Harati Terima Rekomendasi PDIP?

halikinnor irawati
ilustrasi Harati

SAMPIT, radarsampit.com – Pasangan Halikinnor-Irawati dikabarkan telah mengantongi rekomendasi dari PDI Perjuangan untuk maju bersama dalam Pilkada Kotim. Informasi itu menyebar di kalangan politikus di Kotim. Namun, DPC PDIP Kotim langsung membantahnya.

”Iya, betul, mereka berdua (Harati) sudah direkomendasikan tetap berpasangan di pilkada  tahun ini,” kata seorang sumber terpercaya yang mengetahui informasi itu kepada Radar Sampit, Selasa (28/5/2024).

Bacaan Lainnya

Kabar pasangan Harati telah mendapatkan rekomendasi itu juga menyebar di sejumlah petinggi partai politik di Kotim. Diberikannya rekomendasi itu disebut-sebut seiring selesainya kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta pekan lalu.

Akan tetapi, pengurus DPC PDIP Kotim justru membantah informasi tersebut. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kotim Alexius Esliter menegaskan, partainya belum mengeluarkan rekomendasi untuk siapa pun dalam Pilkada Kotim.

”Sampai hari ini belum ada rekomendasi. Semuanya masih berjalan prosesnya,” kata Alexius.

Baca Juga :  BIKIN HEBOH!!! Ka'i Viral Banting Medali, Dinilai Ungkap Keresahan Atlet

Meski demikian, Alex menegaskan, PDIP tentunya akan memprioritaskan kader sendiri. Apalagi kader yang mencalon merupakan petahana dan memiliki loyalitas tinggi terhadap partai.

”Kalau memang begitu klasifikasinya, maka yang dirkeomendasi memang tidak jauh dari nama-nama kader PDIP itu semua,” kata Alexius.

Alexius berjanji jika sudah menerima tembusan rekomendasi, akan segera disampaikan ke publik. ”Kalau sudah ada di tangan kami rekomendasinya, sudah pasti akan kami sampaikan,” katanya.

Sebagai informasi, pasangan Harati sebelumnya masing-masing gencar mendaftarkan diri ke sejumlah partai. Irawati tercatat memasukkan berkas ke Partai Golkar, Nasdem, Gerindra, PKB, Demokrat, dan PAN.

Demikian pula Halikinnor yang melamar ke PKB seorang diri. Keduanya hanya kompak saat mendaftar di PDIP dan mendeklarasikan Harati Jilidi II.

Sementara itu, di Palangka Raya, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratomo menegaskan agar media massa benar-benar berimbang dalam memberikan informasi terkait kandidat yang akan maju pilkada. Pers harus fair memberikan informasi dan tidak memojokkan salah satu paslon.



Pos terkait