SAMPIT – Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah melakukan observasi ke lahan petani yang mengalami gagal panen di Desa Sumber Makmur.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan Senin (30/5), lahan petani yang gagal panen akibat tergenang banjir kebanyakan merupakan tanaman sayur-sayuran seperti jagung, terong, cabai, timun, dan jenis tanaman hortikultura lainnya.
“Saya sudah turun langsung mengecek dan sudah menginstruksikan kepala balai penyuluh pertanian setempat untuk menginventarisir kebutuhan para petani yang mengalami gagal panen,” kata Permata Fitri, Sekretaris Dinas Pertanian Kotim, Selasa (31/5).
Setelah pendataan dilakukan, Dinas Pertanian akan mengalokasikan bantuan benih bibit tanaman sesuai yang dibutuhkan para petani yang terdampak banjir.
“Ini masih dalam proses pendataan. Rencana kami akan alokasikan bantuan benih bibit tanaman sesuai dengan apa yang mereka tanam. Untuk jumlahnya, kita sesuaikan dengan luas lahan petani yang terdampak banjir. Misalkan satu hektare, maka kebutuhan benih bibit sekian sachet. Itu akan kita ketahui setelah pendataan oleh BPP selesai dilakukan. Kami upayakan petani yang gagal panen karena terdampak banjir akan segera menerima bantuan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Sumber Makmur Supriyo tercatat dari 412 KK (1.351 jiwa) di Desa Sumber Makmur, ada 45 KK yang terdampak banjir. Dan 30 KK diantaranya tergenang banjir dikisaran 5-15 cm dari atas lantai rumah pada Kamis (26/5).
“Genangan banjir sebenarnya berbarengan dengan Natai Baru, Cuma genangan banjir baru naik sekitar tiga hari yang lalu karena air pasang ditambah hujan deras selama dua hari berturut-turut,” ujar Supriyo.
Ketinggian genangan banjir diperkirakan mencapai 30-50 cm dari atas permukaan tanah. Akibatnya, 30an petani mengalami gagal panen.
“Kebun tanaman buncis, cabe merah, jagung, kacang dan sayur mayur milik petani semua gagal panen karena terendam banjir. Ada sekitar 25 ha lahan petani yang terendam banjir. Untuk modal tanam saja diperkirakan Rp 5 juta kalikan aja 25 Ha. Diperkirakan kerugiannya ditaksir mencapai Rp 125 juta,” ujarnya.
Selain itu, fasilitas umum seperti musala. kantor desa, sekolah juga mengalami dampak banjir. Meskipun air tak sampai naik ke lantai bangunan. “Semua halaman di sekolah, kantor desa, musala tergenang banjir, tetapi belum sampai naik ke lantai,” ujarnya.
Supriyo juga telah menerima 30 paket sembako dari BPBD Kotim. Namun, dikarenakan penyalurannya sore, paket sembako akan dikirimkan ke warga besok pagi.
“Tadi sore saya sudah menerima bantuan 30 paket sembako dari BPBD. Saya meminta saran karena harinya sudah mulai gelap, apa paket sembako disalurkan malam ini juga atau besok pagi dan disepakati bantuan paket sembako disalurkan besok pagi (hari ini,Red),” ujarnya.
Supriyo mengatakan pihaknya akan mengajukan proposal lagi untuk usulan bantuan warganya yang terdampak banjir. “Sebenarnya ada belum semua warga yang menerima bantuan, masih ada sekitar 15 warga lagi yang belum mendapatkan bantuan. Kemungkinan Senin depan saya akan ajukan proposal pengajuan bantuan lagi untuk warga yang belum menerima bantuan paket sembako,” tandasnya. (hgn)








