Duh, Anak Terdampak Bencana Terancam Trauma

Dinilai Perlu Pendampingan Psikolog

anak
BISA TRAUMA: Anak-anak terdampak banjir menikmati makanan di tenda pengungsian. (DODI/RADAR SAMPIT)

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan, berdasarkan data dihimpun dari kelurahan, rata-rata debit air menurun. Di antaranya,  di Kelurahan Marang, Tahai, Sei Gohong, Katimpun, Bukit Tunggal, Pahandut, Palangka, dan Tumbang Rungan.

”Namun, untuk wilayah hilir seperti Tanjung Pinang, Danau Tundai, Bereng Bengkel, Kalampangan, dan Kameloh Baru, justru bertambah naik, mengingat air mengalir ke wilayah hilir,” katanya.

Bacaan Lainnya

Tim Medis dari Puskesmas Bukit Hindu Indayati Dewi mengatakan, rata-rata korban banjir menderita penyakit gatal-gatal, diare, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Dia mengimbau pengungsi agar menjaga kondisi fisik dan sesegera mungkin menginformasikan kesehatannya, sehingga bisa ditangani dengan baik.

”Kami siaga di posko untuk terus melakukan pemeriksaan kesehatan. Antisipasinya adalah DBD (demam berdarah dengue, Red). Jika masih bisa ditangani, kami akan tangani dan jika tidak, akan dievakuasi ke fasilitas kesehatan,” tandasnya. (daq/ign)



Baca Juga :  Siap Lawan Petahana, Rahmat Hidayat-Eko Sumarno Bawa Jargon Kobar Bersahabat 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *