Gawat!!! Dinas Lingkungan Hidup Kobar Mulai Kewalahan

Armada Pengangkutan dan Volume Sampah Tak Sebanding

angkutan sampah
BUTUH TAMBAHAN: Armada pengangkut sampah saat mengangkut sampah dari pembuangan sementara ke TPA, belum lama ini. (STIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN – Volume sampah rumah tangga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meningkat cukup signifikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Dari semula kisaran sampah yang diangkut petugas ke TPA Translik Desa Pasir Panjang hanya sebanyak 40 ton per hari meningkat menjadi 60 ton per hari ditahun 2022.

Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH Kobar, Muhammad Suhendra menyampaikan, peningkatan sampah rumah tangga ini dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya peningkatan aktivitas usaha masyarakat dan pertumbuhan penduduk.

Dampaknya peningkatan volume tersebut tidak berbanding lurus dengan kebutuhan armada pengangkut sampah ke TPA yang jumlahnya tidak ikut bertambah.

“Terlebih pada bulan puasa maupun hari besar keagamaan, tonase sampah akan meningkat hingga mencapai 80 ton perharinya,” ungkapnya, Senin (6/6).

Menurutnya untuk jumlah armada pengangkut yang dimiliki oleh DLH Kobar yang sebagian warisan dari PUPR berjumlah 15 truk dan 3 di antaranya mengalami kerusakan.

Lebih lanjut Hendra menerangkan, sejatinya DLH telah mendapat pengadaan 2 unit truk sampah baru ditahun 2019 silam, namun karena luasnya wilayah pelayanan sampah, jumlah angkutan tersebut belum mencukupi.

Baca Juga :  Kasus Sapi Terpapar PMK di Kobar Makin Banyak

“Mayoritas truk yang warna kuning itu pelimpahan dari PUPR, truk lama. Untuk menjangkau seluruh wilayah Pangkalan Bun dan Kumai kami melayani 11 jalur, sesekali berkala mengambil sampah di TPS 3R ke Kotawaringin Lama, kawasan pesisir dan Pangkalan Banteng,” terang Hendra.

Dia menambahkan, idealnya DLH membutuhkan 10 armada truk baru agar pengangkutan sampah di Kobar bisa lebih maksimal sehingga kebersihan Kabupaten Kobar tetap terjaga, sekaligus guna mempertahankan status kabupaten peraih Adipura.

“Selain pasukan kuning, kita saat ini dibantu sebanyak 14 KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) mengangkut sampah ke TPA. Kita akan rangkul semua, termasuk yang belum terdaftar kita arahkan terdaftar di DLH,” imbuhnya.

Pos terkait