Guru Ngaji di Kotim Bakal Dapat Insentif

Bupati Kotim Halikinnor berbicara di seminar sejarah pembangunan Masjid Wahyu Al-Hadi belum lama tadi. Didampingi mantan Bupati Kotim M Wahyudi K Anwar,mantan Wakil Bupati Kotim Amrullah Hadi dan mantan Kepala Bappeda Kotim Burhanudin, baru-baru tadi.(dok/yuni/radarsampit)

SAMPIT-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin (Kotim) menilai,  guru ngaji di wilayah ini telah berjasa dalam mendidik dan menjaga moral umat manusia. sebagai bentuk penghargaan bagi mereka,  pemerintah setempat telah menyiapkan insentif bagi guru ngaji.

Bupati Kotim Halikinnor menilai, selama ini guru ngaji mendidik anak-anak belajar mengaji dengan penuh keikhlasan. Guru ngaji tidak menuntut bayaran dengan nominal tertentu, mereka dibayar seikhlasnya, bahkan tak jarang mereka mengajar anak mengaji dengan cuma-cuma.

“Para guru ngajilah yang selama ini membantu menjaga moral umat Islam, terutama di kampung-kampung,” ujar nya.

Menurutnya, keberadaan guru ngaji ini sangatlah penting untuk membantu masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa, agar lebih mengenal dan rajin membaca kitab suci yang menjadi pedoman umat Islam. Sebab, belum tentu ilmu tersebut mereka dapatkan sepenuhnya dari pendidikan agama di sekolah.

Halikin menjelaskan, pemerintah saat ini sedang melakukan pendataan ke pelosok-pelosok, terutama daerah yang mayoritas warganya non-muslim. Dimana apabila ada warga muslim di wilayah tersebut, walau hanya beberapa kepala keluarga, maka pihaknya akan mengangkat atau menempatkan seorang guru ngaji di sama.

Supaya, meski ditengah lingkungan dengan agama berbeda, umat Islam di wilayah itu tetap mengenal dan bisa membaca ayat-ayat Al-quran.

“Ini menjadi pertimbangan kami supaya ada guru ngaji di wilayah yang mayoritas penduduknya non-muslim, tapi ada muslim di dalamnya. Supaya minimal muslim disana bisa melek dengan huruf Arab,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan melakukan pendataan terhadap guru ngaji di Kotim agar pemberian insentif dapat dilakukan secara merata. Diharapkan dengan insentif ini dapat meringankan beban ekonomi bagi para guru ngaji. Serta menjadi motivasi agar mereka bisa lebih semangat dalam menyampaikan ilmu kepada masyarakat. (yn/gus)

 

 

Pos terkait