Hindari Banjir Besar, Sepeda Motor Harus Naik Getek

Sejumlah Fasilitas Umum Juga Terendam

NAIK GETEK: Pengguna sepeda motor harus naik ke perahu atau getek untuk melewati banjir di Kilometer 30 Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN– Rendaman banjir di kilomtere 30 Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama terpantau masih cukup dalam. Kendaraan roda empat kecil tidak mampu lagi melintas sedangkan pengguna sepeda motor harus naik perahu atau getek untuk menghindari banjir.

Selain kilometer 30 ada sejumlah titik lain yang bernasib serupa, seperti di kilometer satu ada genangan air sekitar 15 centimeter dengan panjang 40 meter, di kilometer tiga ada genangan 20-25 centimeter sepanjang panjang 250 meter.

“Untuk genangan yang parah ini di Kilometer 30, pantauan kami terakhir masih bertahan di kedalaman 80 centimeter dengan panjang kurang kebih 50 meter,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Martogi Senin (13/9).

Untuk saat ini baik di kilometer satu dan kilometer tiga masih bisa dilewati semua jenis kendaraan. Sedangkan untuk kilometer 30 hanya kendaraan besar yang bisa melewati jalan.

“Jika kendaraan kecil ini yang memaksa menerobos banjir akan mogok dan sudah ada beberapa kali kejadian. Namun ada warga yang membantu untuk mendorongnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk para pengendara sepeda motor ini memang disarankan untuk menggunakan getek. Karena sudah pasti mogok dan bisa menyebabkan kerusakan mesin kendaraannya.

“Sepeda motor ini harus naik perahu atau getek sebutan bagi orang Pangkalan Bun untuk melewati banjir. Ada sejumlah perahu yang telah disiapkan warga untuk membantu para pengendara,” sebutnya.

Banjir juga masih terpantau tinggi di bantaran Sungai Arut baik di Kelurahan Mendawai, Mendawai Seberang, Raja Seberang, dan bertambah lagi di Kelurahan Baru. “Kita berdoa agar hujan tidak deras, supaya banjir cepat surut. Karena semakin banyak warga yang terdampak,” tandasnya.

Martogi juga menyebut bahwa sejumlah fasilitas umum juga mulai terendam banjir. “Dampak dari banjir sejumlah fasilitas umum telah juga ikut terdampak, dari puskesmas pembantu (Pustu), kantor desa dan sekolah,” kata Martogi.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas terkait guna mengamankan fasilitas umum dibawah kendalai mereka. Salah satunya Puskesmas Pembantu. “Sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan. Sehingga kebijakan pelayanan tergantung dari mereka,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *