SAMPIT – Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan mengkaji traffic light atau alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di persimpangan Jalan MT Haryono-Kapten Mulyono. Hal itu dilakukan agar arus lintas di jalur padat itu berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan.
Kepala Dishub Kotim Johny Tangkere mengatakan, traffic light di persimpangan Jalan MT Haryono-Kapten Mulyono yang sebelumnya rusak sekarang berfungsi. Namun, untuk sementara pihaknya hanya memasang lampu kuning sebagai rambu lalu lintas tanda berhati-hati.
”Traffic light di Jalan Kapten Mulyono masih kami lakukan pengkajian. Selama dua minggu terakhir sudah dapat difungsikan, namun hanya diaktifkan flashing saja (mengaktifkan lampu kuning),” kata Johny Tangkere, Rabu (3/11).
Johny mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeliharaan traffic light yang lama tidak berfungsi untuk dilakukan perbaikan. Dari 16 titik traffic light yang tersebar di Kota Sampit, termasuk satu titik di persimpangan ruas Jalan Tjilik Riwut-Pemuda-Pramuka milik Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) Kemenhub Wilayah XVI Provinsi Kalteng.
Terdapat empat titik traffic light yang belum berfungsi selama berbulan-bulan, di antaranya persimpangan ruas Ahmad Yani-Suprapto, Cut Nyak Dien-S Parman, Pelita-HM Arsyad, persimpangan ruas Jalan Tidar-Tjilik Riwut.
”Petugas teknis terus melakukan pemeliharaan traffic light. Seperti di Jalan MT Haryono-Suprapto yang sudah lama tidak berfungsi, sekarang sudah berfungsi normal. Di persimpangan Jalan MT Haryono-Suprapto yang kadang mati, kadang hidup, sudah dilakukan pengecekan. Pelan-pelan semua diperbaiki dan saya ingin semua traffic light di Kota Sampit semuanya berfungsi lancar,” katanya.
Pihaknya telah mendapatkan anggaran untuk pemeliharaan traffic light sebesar Rp 180 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk membeli stok komponen alat untuk pemeliharaan traffic light.
”Kami sudah bangun hubungan ke penyedia barang. Bahkan, kalau bisa bon agar traffic light yang mati segera ditangani. Ini memang kesalahan kami tidak menyediakan stok komponen alat traffic light. Alat itu sudah dipesan tinggal menunggu barangnya saja datang. Di anggaran perubahan, Dishub dapat Rp 180 juta untuk kegiatan pemeliharaan traffic light, sehingga saya upayakan tahun 2022 stok alat aman. Apabila ada traffic light yang rusak, segera diperbaiki! Jangan sampai berbulan-bulan,” ujarnya.
Pihaknya memastikan untuk melakukan kegiatan pemeliharaan traffic light secara rutin untuk menjaga tertibnya arus lalu lintas. ”Kegiatan pemeliharaan akan terus kami pantau rutin, karena kami menyadari ini sangat penting untuk menjaga tertibnya lalu lintas,” ujarnya.
Terkait pengkajian di persimpangan Jalan MT Haryono-Kapten Mulyono, Kabid Sarana dan Prasarana Dishub Kotim Oktav Pahlevi menambahkan, pihaknya akan melakukan pengkajian minggu depan.
”Tim pengkajian traffic light baru kami susun, minggu depan efektif melakukan pengkajiannya. Kami akan menghitung dari mobilitas kendaraan yang melintas di titik tersebut. Untuk saat ini diaktifkan rambu lampu kuning. Apakah tepat diaktifkan traffic light atau hanya cukup diaktifkan flashing saja,” kata Oktav, Kamis (4/11).
Pengkajian dilakukan untuk menghindari kemacetan dan antrean panjang seperti yang terjadi pada beberapa tahun lalu. Saat itu ketika traffic light diaktifkan malah menimbulkan antrean sampai Bundaran Habaring Hurung. Di sisi lain, durasi waktu antara lampu hijau dan merah juga akan disesuaikan dengan kepadatan mobilitas kendaraan.
”Bisa dilihat di Jalan MT Haryono- Kapten Mulyono, ada area makan, tempat kebugaran, SPBU dan perkantoran yang memang jalur padat dan masih banyak truk angkutan berat yang melewati Jalan Kapten Mulyono. Ini yang akan kami lakukan pengkajian lebih lanjut. Proses pengkajian ini kemungkinan akan selesai dalam waktu 14 hari,” katanya.







