Jalur Darat Putus, Bantuan Banjir di Wilayah Ini Dikirim lewat Sungai

bantuan banjir dikirim lewat sungai
KIRIM BANTUAN: Pj Bupati Kobar menyalurkan bantuan di Kecamatan Kotawaringin Lama. (DEDE/RADAR SAMPIT)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Bantuan bagi korban banjir di Desa Rungun dan Kondang, Kecamatan Kotawaringin Lama, terpaksa dikirim melalui sungai. Pasalnya jalur darat sudah tidak mungkin lagi dilintasi karena terendam banjir.

Pj Bupati Kobar Anang Dirjo mengatakan, bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Kotawaringin Lama sudah disalurkan. Ada tiga desa yang menerima, yakni Rungun, Kondang, Lalang, dan dua Kelurahan, yakni Kotawaringin Hilir dan Kotawaringin Hulu.

Bacaan Lainnya

”Total ada seribuan KK terdampak banjir di Kecamatan Kotawaringin Lama. Mereka diberikan bantuan sembako,” kata Anang, Selasa (20/9).

Penyaluran bantuan kali ini menggunakan jalur sungai, karena dua desa tak bisa diakses jalan darat. ”Dua desa yakni Rungun dan Kondang itu tidak bisa dilewati jalur daratnya. Makanya menggunakan kapal. Air sungai meluap tinggi dan hanya satu akses yakni jalur sungai,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut sudah lama dinanti warga, mengingat sulitnya akses untuk membeli bahan kebutuhan pokok. ”Keluar masuk desa sangat susah, jadi sembako menipis dan kami penuhi dengan bantuan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengendara Motor Terseret Banjir Karena Nekat Melintas

Selain menyalurkan bantuan, pihaknya juga mengajak Dinas Teknis seperti Dinas PUPR untuk mecari solusi penanganan jalur Kondang dan Rungun yang menjadi langganan banjir.

Kepedulian perusahaan juga diharapkan, karena di sekitar desa tersebut terdapat sejumlah perusahaan besar swasta yang beroperasi. ”Sehingga dalam penanganan jalan utama menuju dua desa juga diharap bantuannya,” harap Anang.

Selain banjir di wilayah permukiman, Anang Dirjo juga telah mendata dan melaporkan kondisi jalur Pangkalan Bun – Kolam ke Gubernur Kalteng.

”Sudah kami sampaikan ke Gubernur terkait delapan titik jalan yang terendam banjir,” kata Anang.

Pihaknya berharap laporan itu bisa segera ditindaklanjuti Pemprov Kalteng. Termasuk perbaikan jalan agar tidak kebanjiran lagi.

”Harapanya, jalan tersebut bisa ditimbun lebih tinggi dari kondisi banjir sekarang. Karena ada titik banjir di ruas jalan yang sampai 50 sentimeter,” ujarnya.



Pos terkait