Kabur dari Karantina Wisma Atlet, Eh Malah Klayapan ke Bali

Rachel Vennya (INSTAGRAM)

Selebgram Rachel Vennya diduga sempat berkunjung ke Bali setelah melarikan diri dari tempat karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta. Satgas Covid-19 Pemprov Bali pun tidak mengetahui soal Rachel sempat ke Bali setelah kabur dari karantina.

Dugaan Rachel kabur ke Pulau Seribu Pura dari lokasi karantina terlihat dari beberapa unggahan kontennya di Instagram. Namun pihak Satgas Covid-19 Pemprov Bali mengaku belum mengetahui keberadaan si selebgram tersebut.

”Kami belum menerima informasi secara resmi bahwa yang bersangkutan tinggal di Bali,” kata Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi saat dihubungi detikcom, Kamis (14/10).

Selebihnya, Rai Dharmadi yang juga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Bali ini belum bersedia berkomentar lebih jauh mengenai keberadaan Rachel di Bali.

Sebelumnya, Rachel dikabarkan kabur dari karantina Wisma Atlet usai bepergian dari luar negeri karena dibantu oleh oknum anggota TNI berinisial FS. Aksi itu sudah dimulai sejak Rachel mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, usai bepergian dari Amerika Serikat.

Hal itu terungkap dari penelusuran yang dilakukan oleh Kodam Jaya. Kapendam Jaya Kolonel Herwin BS dalam rilisnya mengatakan bahwa oknum anggota TNI telah melakukan tindakan nonprosedural di Bandara Soetta.

”Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian pengamanan Satgas di Bandara yang melakukan tindakan nonprosedural,” kata Kolonel Herwin dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (13/10).

Kolonel Herwin mengatakan bahwa oknum TNI FS telah mengatur agar Rachel dapat menghindari prosedur karantina. Prosedur karantina itu seharusnya dilakukan oleh setiap warga negara yang melakukan perjalanan dari luar negeri.

Kolonel Herwin mengatakan bahwa Pangdam Jaya Mayjen Mulyo Aji telah memerintahkan proses pemeriksaan dan penyidikan provoost dilakukan terhadap oknum itu. Selain itu, penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga di sektor kesehatan, tenaga pengamanan, dan penyelenggara karantina lainnya. (JPG)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *