Kecamatan Aruta Langganan Banjir, Sudah Enam Desa dan Lima RT Tergenang Air 

banjir aruta
BENCANA : Kondisi banjir di Desa Nanga Mua, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (10/7/2023). (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Beberapa desa di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) diterjang banjir akibat curah hujan yang tinggi sejak sepekan terakhir.

Ketinggian air yang menggenangi sejumlah desa di kecamatan Aruta bervariatif, dari 30 sampai 60 centimeter. Belum diketahui berapa jumlah jiwa yang terdampak akibat banjir tahunan ini.

Bacaan Lainnya

BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat hingga saat ini masih berada di lokasi banjir untuk groundcek dan pendataan jumlah rumah dan jiwa terdampak.

Informasi dihimpun, banjir sudah menggenangi beberapa desa seperti Desa Kerabu, Desa Sambi, Desa Gandis, Desa Sukarami, Desa Panahan, Desa Nanga Mua. Banjir juga menggenangi 5 RT di Kelurahan Pangkut.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kobar, Martogi Sialagan menyampaikan, bila hujan terus turun maka banjir di Kecamatan Aruta akan meluas.

Baca Juga :  PDIP Kobar Siap Usung Calon Sendiri

“Meskipun debit air di Sungai Arut meninggi tetapi belum meluap, air yang menggenangi sejumlah desa lebih karena air dari hujan yang turun, dan bila masih turun hujan tidak menutup kemungkinan banjir bisa meluas dan air sungai meluap,” ujarnya, Senin (10/7).

Meskipun demikian, belum ada rumah warga yang kemasukan air, namun jalan penghubung antar desa maupun jalan dipermukiman sudah tergenang oleh air.

Disebutkannya banjir yang terjadi di Kecamatan Arut Utara, adalah banjir musiman, karena sudah terbiasa menghadapi banjir warga belum ada yang mengungsi meski air sudah setinggi lutut orang dewasa.

Sejatinya ada beberapa titik permukiman warga di kecamatan Aruta ini yang sudah tidak aman bagi masyarakat, karena rawan banjir, namun warga tidak ada yang mau direlokasi ke tempat yang lebih aman. “Belum ada yang mengungsi, mereka masih bertahan di rumah masing-masing meski lingkungan dikelilingi genangan air,” pungkasnya. (tyo/fm)

 



Pos terkait