Kejati Yakinkan Tak Ada Kriminalisasi

H Asang digiring oleh petugas kejaksaan
DIGIRING : Petugas Kejati Kalteng saat menangkap H Asang, salah satu tersangka dalam dugaan korupsi proyek jalan tembus sebelas desa di Kecamatan Katingan Hulu.

PALANGKA RAYA – Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Kalteng Dodik Mahendra memastikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pembuatan jalan tembus antardesa di Kecamatan Katingan Hulu, Kabupaten Katingan, akan terus berlanjut.

Dodik memastikan Kejati Kalteng  penetapan H Asang sebagai tersangka sudah sesuai aturan berlaku. Tersangka diduga merugikan negara sebesar Rp.2,1 miliar.

Dodik menyatakan, kejaksaan tidak sembrono dalam menerapkan tersangka, terlebih sudah ada dua alat bukti sebagai penunjang dilakukan pengembangan kasus tersebut. Salah satu bukti itu, surat perjanjian kerja (SPK) yang ternyata bertentangan dengan Keppres Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, karena tidak dilengkapi dengan perencanaan teknis pekerjaan, tidak ada RAB, maupun kontrak serta tidak melalui proses pelelangan maupun penawaran.

“Kita tidak ada kepentingan dalam perkara itu, hanya menegakkan aturan sesuai aturan. Kejaksaan pun tidak sembarangan dalam menerapkan tersangka. Sudah ada bukti dalam kasus itu, artinya tidak ada kriminalisasi dalam perkara yang ada itu,” ujar Dodik di Kejati Kalteng, Kamis (24/3).

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Meroket, Pemkab Kotim Bersiap Operasi Pasar

Pihaknya juga berpedoman terhadap fakta persidangan dalam kasus Hernadie. Diduga H Asang  melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

“Ada fakta persidangan. Untuk tindak lanjut fakta itu adalah penyidik, walaupun ada beberapa nama yang disampaikan,” ujarnya.

Menurutnya, penyidikan belum sampai ke kades terkait. Kejaksaan akan melihat  perkembangan.  ”Kita lihat nanti, kita buktikan dalam persidangan bagaimana pembuktiannya. Kejaksaan yang pasti bertindak profesional dan tidak ada hal-hal lainnya,” tegasnya.

Pos terkait