Sudah tidak asing lagi dengan kata “Kepemimpinan” di zaman sekarang. hal tersebut berperan penting dalam dunia bisnis maupun organisasi. Secara singkat, Kepemimpinan berari “cara memimpin”.
Sementara itu, Civitas akademika di Amerika Serikat menyebutkan pengertian kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang di dalamnya seseorang dapat melibatkan bantuan dan dukungan selainnya dalam usaha mencapai suatu tugas bersama.
Ada pula menurut salah satu tokoh ahli William G. Scott mengatakan bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan yang diselenggarakan dalam kelompok, dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sehingga bisa diartikan bahwa kepemimpinan adalah cara pemimpin yang mempengaruhi kelompoknya untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan berada dalam sosok yang dipercaya sebagai pemimpin, dimana pemimpin tersebut dapat dipercaya ketrampilannya lebih baik dari pegawai lainnya, sehingga kepemimpinan seseorang sangat menentukan berhasil atau tidaknya organisasi tersebut.
Beberapa jenis kepemimpinan yang diterapkan sesuai dengan pekerjaan maupun lingkungan, salah satunya model kepemimpinan transformasional. Kepemimpina transformasional adalah gaya kepemimpinan yang mempengaruhi pengikut dengan memotivasi dengan cara tertentu.
Menurut peneliti Sudarwan Danim (2009 59) kepemimpinan transformasional berasal dari kata “to transfigure ” yang berarti mentransformasikan atau mengubah sesuatu menjadi bentuk yang berbeda. Salah satu contohnya yakni mewujudkan visi menjadi kenyataan.
Dari beberapa tokoh pemimpin yang ada di negeri ini, salah satu tokoh yang menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah presiden ke-7 alias Joko Widodo dengan masa jabatan 2014-2024.
Mengutip dari pernyataan tokoh ilmuwan dari Amerika Serikat yang bernama Jeffrey A. Winters, menganggap bahwa Joko Widodo adalah pemimpin terlemah sercara politik sejak Gus Dur. Tapi bagaimana bisa Jokowi bisa terpilih menjadi presiden? dan bagaimana ia dapat mengimplementasikan gaya kepemimpinannya?.
Ir. H. Joko Widodo atau yang kerab disapa Jokowi lahir di Surakarta pada tanggal 21 Juni 1961. Ia memiliki latar belakang yang sangat sederhana. Sejak kecil Jokowi hidup sederhana dan setelah tumbuh dewasa, Jokowi mencapai jenjang perguruan tinggi negeri di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.
Jokowi juga pernah berbisnis mebel dan pernah mendirikan sebuah organisasi kecil (Asmindo) dan pada akhirnya ia terpilih menjadi Walikota Solo karena orang-orang menilai bahwa Jokowi pantas mendapatkan jabatan tersebut, karena menempatkan Jokowi terjun ke dunia politik.
Keahlian dan kemahirannya dalam memimpin membuat Jokowi dilantik menjadi Gubenur DKI Jakarta di tahun 2012 hingga dilantik menjadi presiden di tahun 2014.
Dikutip dari artikel Kompasiana, setidaknya Jokowi memiliki tiga gaya kepemimpinan, di antaranya teori kepemimpinan gaya dan perilaku, teori kepemimpinan perilaku dan kepemimpinan transformasional. Salah satu gaya kepemimpinan dari Jokowi yang saya ambil adalah gaya kepemimpinan transformasional.
Teori Kepemimpinan Transformasional dikenal dengan cara mengelola sebuah organisasi secara efektif dan lebih efisien. Juga dapat dikatakan bahwa gaya kepemimpinan ini juga mengarah pada memanusiakan manusia, memotivasi kelompok untuk menerapkan perubahan yang lebih baik dan mengapresiasi kinerja masyarakat. semua ini berhasil diwujudkan oleh Jokowi yang membuatnya cocok dengan gaya kepemimpinan ini.
Contohnya Jokowi telah mengapresiasi hasil karya anak-anak aceh yaitu pembuatan desain fashion berupa jaket dan tas dengaan kualitas yang tak kalah bagus dengan produk luar.








