Seolah tak ada kapoknya jadi sasaran penertiban, manusia silver kembali turun ke jalan. Sosok yang mengecat seluruh badannya dengan warga silver ini meminta-minta, menanti belas kasihan warga.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Bertubuh kurus dengan seluruh badan berwarna silver, seorang pria kurus berjalan menghampiri setiap pengendara yang berhenti menunggu lampu hijau di perempatan lampu merah Jalan Tjilik Riwut – Hasan Mansur – Wengga Metropolitan.
Badannya setengah telanjang. Hanya tertutup celana pendek jeans dan kaki tanpa alas, dipoles cat silver di seluruh tubuh sampai wajah. Penampilannya yang menarik perhatian pengendara, membuat warga iba. Tak jarang pengendara memberikan uang sekadarnya ke dalam kotak kardus kecil disiapkan.
”Kasih saja, kasihan. Sudah berdiri lama. Lumayan uang yang terkumpul untuk modal beli cat, daripada orangnya nyari duit dengan mencuri. Kita hargai usahanya, walaupun sama saja seperti mengemis,” kata Deni, pengendara yang melintas.
Banyak pula warga yang tak peduli meski sekujur tubuh yang berwarna perak silver sudah cukup menyilaukan mata yang memandang.
”Semakin diberi semakin semangat meminta-minta. Anggap saja tidak ada orangnya. Kalau hasil ngemis juga tak seberapa, orangnya juga akan berhenti sendiri, mencari pekerjaan lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Satpol PP Kotim sudah sering menertibkan gelandangan dan pengemis, termasuk manusia silver. Misalnya, dalam penertiban pada Sabtu (16/3/2024) lalu.
Dari patroli sore yang dilakukan, tiga gelandangan pengemis berhasil ditangkap dan ditertibkan yaitu Badriansyah (47) mengenakan kostum badut ditemukan di simpang Jalan Pelita, Sulika (49) yang berjalan dibantu tongkat ditemukan di Jalan MT Haryono dan Muhammad Tarwi (32), manusia silver yang diciduk di perempatan Jalan Hasan Mansur-Tjilik Riwut.
”Badut dan manusia silver ini sudah pemain lama yang kembali beraksi di jalanan. Mereka ini sudah pernah kami tertibkan beberapa kali, tapi tidak kapok malah kembali lagi mengemis minta uang ke pengendara di jalan,” kata Muhammad Fuad Sidiq, Kasatpol PP Kotim, Sabtu (16/3/2024).
Ketiga gelandangan pengemis langsung di bawa ke Kantor Satpol PP Kotim Jalan HM Arsyad untuk dilakukan pendataan dan selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kotim.
”Setelah dilakukan pemeriksaan, Tarwi manusia silver sudah dapat Rp83 ribu, Sulika mendapatkan Rp300 ribu, dan Badriansyah mendapatkan uang hasil ngemis minta-minta di jalan Rp 133 ribu,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Kotim Hawianan melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kotim Mahmudi mengatakan, tak memberikan pembinaan lagi terhadap Tarwi dan Badriansyah.
”Tidak ada pembinaan lagi khusus dua orang ini. Sudah pernah ditangkap dan sudah kami bina, terus buat pernyataan berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi. Tapi, ternyata enggak jera, malah kembali ke jalan. Jadi, kami tegaskan dua orang akan kami pulangkan ke Bojonegoro untuk Tarwi dan Badriandyah akan dipulangkan ke Banjarmasin. Dan,untuk Sulika kami masih berikan toleransi karena kondisi kakinya yang sakit. Kami perbolehkan pulang,” katanya. (***/ign)







