Kotawaringin Barat Digempur Bencana, Warga Dihantui Banjir dan Karhutla

bencana
KARHUTLA : Personel BPBD dan Balakar Huma Singgah Itah berupaya memadamkan api Karhutla di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Selasa (11/7/2023) (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di pesisir pantai Kumai, Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (11/7).

Kebakaran di lahan kosong, yang sebagian ditanami pohon kelapa sawit tersebut masih dalam penanganan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar maupun dari Balakar Huma Singgah Itah, Kelurahan Mendawai.

Bacaan Lainnya
Gowes

Informasi dihimpun, hingga sore hari api semakin membesar dan kebakaran semakin meluas, faktor kencangnya hembusan angin membuat api dengan cepat merembet ke berbagai arah.

Jauhnya lokasi kebakaran dari Pangkalan Bun membuat penanganan menjadi sulit, karena jauhnya jarak tempuh membuat api semakin membesar.

“Saat ini kami masih dilapangan, personel hanya beberapa orang sementara api terus meluas, kami kewalahan apalagi angin bertiup kencang,” kata personel BPBD Kobar, Sayid Abdul Badawi.

Meskipun dengan keterbatasan personel dan peralatan pemadaman, namun mereka terus berupaya merangsek masuk ketitik api, sembari menunggu bantuan dari Manggala Agni maupun dari MPA setempat.

Sementara, itu banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Arut Utara masih terjadi, selain BPBD anggota dari Polsek Aruta terus melakukan monitoring banjir akibat luapan sungai Arut.

Baca Juga :  Puluhan Juta Lenyap Saat Istirahat di Masjid

Kapolsek Arut Utara, Ipda Edi Hariyanto mengatakan, untuk Kelurahan Pangkut menurut Edi, banjir terjadi di  RT. 001 dan RT. 002, dimana ketinggian air sekitar  30  cm sampai dengan 60 cm, sementara warga yang terdampak banjir  49 Kepala Keluarga (KK).

Di desa Kerabu sendiri, banjir terjadi di RT. 001, RT. 003, dan RT. 004, dengan ketinggian air sekitar  20 cm sampai 50 cm, jumlah  warga yang terdampak kurang lebih 20 KK. Untuk desa Nanga Mua, banjir terjadi di RT. 003, dengan ketinggian air sekitar 30 cm sampai 50 cm, dan warga yang terdampak banjir  27 Kepala Keluarga (KK).

“Banjir berasal dari kiriman hulu sungai Arut akibat dari curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari lalu, adapun langkah – langkah yang telah kami lakukan antara lain dengan memberi imbauan kepada warga agar tetap waspada, dengan adanya banjir agar mengamankan harta benda dan surat penting serta jaga keselamatan, mengingat sampai dengan saat ini curah hujan cukup tinggi,” ujarnya.



Pos terkait