SAMPIT – Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit turut peduli menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako untuk korban yang terdampak banjir di Desa Simpur dan Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Bantuan paket sembako tersebut disalurkan langsung oleh KSOP bersama tim serta didampingi General Manajer PT Pelindo III Pelabuhan Sampit dan Bagendang Akhmad Fajar bersama tim menggunakan Kapal Negara Patroli (KNP) 342 Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan Speedboat KNP 5161 milik KSOP Sampit.
Ratusan paket sembako tersebut diperoleh dari KSOP beserta mitra kerja di lingkup Pelabuhan Sampit sebanyak 250 paket dan 167 paket sembako dari PT Pelindo III. Masing-masing paket sembako senilai Rp 260 ribu yang terdiri dari 13 item kebutuhan bahan pokok sehari-hari diantaranya, beras kemasan 5 kg, minyak goreng 1 liter, sarden 2 kaleng, mie instan 15 bungkus, sabun mandi 2 batang, kopi, teh, gula, kecap, susu kaleng, roti dan telur satu krat serta kelengkapan obat-obatan.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Capt Thomas Chandra melalui Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal Sutojo Edi Harjanto mengatakan, penyerahan bantuan sosial untuk korban banjir merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang jatuh pada 17 September 2021 lalu.
Dalam peringatan Harhubnas 2021 ini, Kemenhub mengusung tema “Bergerak, Harmonikan Indonesia”. Tema ini diusung untuk mengingatkan lagi kepada seluruh insan perhubungan yang terdiri dari Kemenhub, pemerintah daerah, hingga seluruh stakeholder terkait untuk bisa bersaing, bekerja sama, bergerak, dan berkolaborasi secara sehat.
Sekretaris Desa Simpur Reza Wahyudi menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu warga Desa Simpur. Bantuan paket sembako ini sangat dibutuhkan warga mengingat sejak 1 September 2021 lalu banjir merendam hampir 140 KK . Ketinggian banjir awal bulan lalu mencapai satu meter. Namun, banjir sudah surut sejak pekan lalu.
“Kami ucapkan terima kasih semoga bantuan yang diberikan dapat membawa keberkahan bagi kita semua,” kata Reza Wahyudi.
Sementara itu, Kepala Desa Hanjalipan Sapransyah mengatakan kondisi banjir di Desa Hanjalipan sudah surut sejak tiga hari lalu. Sebelumnya, banjir telah merendam rumah warga hingga sepinggang orang dewasa selama tiga pekan lebih. Hampir semua rumah dari total 427 KK yang ada di Desa Hanjalipan terendam banjir. Meski demikian, semua pihak tak henti-hentinya menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir di Desa Hanjalipan. Bahkan, sudah ada 45 pihak dari pemerintah daerah, perbankan, perusahaan swasta, organisasi, komunitas, media pers, dan kalangan masyarakat yang sudah membantu memberikan bansos.
“Saya berharap semoga semua pihak dapat melihat secara langsung kondisi desa kami yang selama banjir ini kesulitan bekerja, tidak ada penerangan listrik, dan sangat membutuhkan sekolah pendidikan pertama (SMP),” pungkasnya. (soc/hgn)








