LARIS MANIS!!! Penjualan Hewan Kurban Meningkat

sapi kurban
LARIS: Samsul Bahri bersama hewan kurban di Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Sampit. (FOTO: YUNI PRATIWI ISKANDAR/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Penjualan sapi kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun ini mengalami peningkatan. Sementara harga jual sapi hampir sama dengan tahun lalu.

Penjual hewan kurban di Jalan Tjilik Riwut Km 5,5 Sampit Samsul Bahri mengatakan, tahun ini pembeli hewan kurban cukup banyak.

Bacaan Lainnya

“Penjualan tahun ini meningkat dari tahun lalu. Sedangkan harga masih sama dengan tahun lalu,” kata Samsul.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan hewan kurban. Samsul menduga ketiadaan keberangkatan haji tahun ini juga menjadi salah satu faktor peningkatan hewan kurban.

“Mungkin banyak yang tidak jadi ke Mekkah, jadi banyak yang berkurban,” sebutnya.

Samsul juga mengatakan, pihaknya siap swab dan suntik vaksin apabila terlibat dalam kepanitiaan kurban.

Sapi kurban yang ia jual dipasok dari Madura. Sapi sudah melalui pemeriksaan dinas terkait dan sudah dinyatakan layak kurban. Untuk harga jual sapi dihitung berdasarkan bobotnya. Sapi dengan bobot 70 – 75 kilogram seharga Rp 17 juta, bobot 80-85 kilogram seharga Rp 18,5 juta, 90 – 95 kilogram seharga Rp 19 juta, dan sapi dengan bobot 110-150 kilogram dijual dengan harga Rp 25 juta.

Baca Juga :  Dorong Lebih Mandiri, Petani Kelurahan Pasir Putih Diberi Pelatihan

Dalam kurun waktu 28 hari, sapi kurban milik Samsul sudah terjual sekitar 376 ekor. Sapi kurbannya saat ini tersisa 14 ekor.

“Yang ada ini sudah pesanan semua, empat hari lagi juga sudah habis,” tandasnya.

Pembeli sapi kurban rata-rata berasal dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, dan Cempaga. Pembeli dari kalangan masyarakat hingga perkumpulan majelis keagamaan.

“Dari perkebunan kurang, karena kebijakan pemerintah mereka tidak bisa turun. Kebanyakan yang beli dari masyarakat biasa, dan hampir seluruh Kapolsek banyak yang berkurban, sedangkan pejabat daerah belum ada,” tutupnya. (yn/yit)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *