PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Tragedi tenggelamnya remaja berusia 14 tahun bernama Samsudin, pelajar SMPN 8 Palangka Raya di Sungai Kahayan tidak membuat sejumlah warga takut dan tidak mendatangi lokasi.
Masih saja ada warga yang nekat, padahal larangan untuk ke lokasi sudah dipasang secara jelas oleh Kecamatan Pahandut. Camat Pahandut Berlianto menyampaikan, pihaknya menutup sementara jalur lokasi ke bawah Jembatan Kahayan,. Lantaran tragedi kematian tenggelamnya salah satu remaja di lokasi tersebut.
Namun tetap saja ada masyarakat yang rata-rata remaja bersikeras ke lokasi padahal sudah ada larangan dan dinyatakan sementara ditutup.
“Setelah peristiwa tenggelam korban usai bermain di pinggiran Sungai Kahayan, tepatnya tak jauh dari bawah Jembatan Kahayan. Kami melakukan pemasangan spanduk untuk menutup sementara akses ke lokasi. Tetapi tetap saja ada warga yang nekat menerobos,” katanya, Selasa (28/8/2023).
Berlianto membeberkan, pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang apalagi di lokasi memang cukup rawan, sehingga memang perlu pengawasan. Atas hal itu, pihak kelurahan Pahandut Sebarang berencana melakukan pengaturan bersama masyarakat setempat dan Karang taruna agar lokasi ditangani secara baik, mencegah terjadinya tragedi serupa.
“Sebenarnya tindakan lanjut sore kemarin ditutup dan di pagar agar masyarakat tidak lagi kesana, tetapi tetap saja ada. Makanya harapannya dievaluasi jika dijadikan wisata atau santai harus dikelola dengan benar Rapat kelurahan dan lainnya, terkait pemanfaatan tempat wisata dadakan, jika tetap berjalan akan dikelola dengan baik dan terkoordinir,” tambahnya.
Ia menekankan, memang sebelum terjadinya kejadian kemarin, warga setempat ada menarik uang sebesar 2 ribu jika hendak ke lokasi, namun menarik tidak memaksa dan hasilnya membeli kantong plastik tempat sampah.
”Makanya itu kami minta stop, jika masuk bayar harus tanggung jawab keamanan dan keselamatan di lokasi. Akan dikordinator tempat itu, Kita meminta lurah siapapun yg mengelola harus jaga keselamatan yang datang dan dipasang spanduk himbauan dan pekarangan masuk. Penutupan sementara,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Pahandut Seberang Pitriadi menambahkan, hasil rapat ketua LKK dan karang taruna pahandut seberang, akan dilakukan pengelolaan secara baik di lokasi wisata dadakan tersebut. Hal utama agar tidak terjadi lagi warga tenggelam maupun mencegah hal-hal tak diinginkan.
“Masyarakat memaksa dan bahkan mereka melewati jalan rumah orang padahal jalan utama ditutup,. Mereka bilang hanya bersantai dipanggil santai,. Itu wisata musiman dan memang pemandangan indah di jembatan kahayan,” sebutnya.
Ia menekankan, nantinya pihaknya juga akan mengatur Jam masuk di lokasi, sehingga jangan sampai malah jadi tempat hal hal tak baik. Juga akan membuat zona larangan berenang, dan dijaga untuk agar tidak terjadi kejadian serupa.”Konkretnya mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. (daq/fm)








