Mencekam Jelang Berbuka, Remaja 17 Tahun Tenggelam di Danau Bekas Galian C Bina Karya

tenggelam 1
TENGGELAM: Warga saat melakukan pencarian remaja 17 tahun yang dikabarkan tenggelam di danau bekas galian C. (warga/radar sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Langit Kamis (26/2/2026) petang perlahan berubah jingga ketika riak air di Danau Bina Karya tampak lebih ramai dari biasanya.

Di tepi danau bekas galian C itu, suara warga saling bersahutan. Sebuah kabar membuat senja terasa lebih berat: Putra (17), seorang pelajar, diduga tenggelam saat berenang.

Bacaan Lainnya

Remaja asal Desa Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu dikenal sebagai siswa SMK Negeri 2 Sampit. Sehari-hari, ia tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Sawit Raya, tak jauh dari lokasi danau di Jalan Jenderal Sudirman kilometer 6, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sore itu, Putra datang ke danau bersama temannya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ini baru kali kedua ia berenang di lokasi tersebut—sehari sebelumnya dan pada hari kejadian. Danau yang tampak tenang dari permukaan ternyata menyimpan kedalaman yang tak terduga.

Beberapa warga sempat melihatnya berenang. Namun, di tengah aktivitas itu, Putra diduga mengalami kesulitan. Tubuhnya yang semula terlihat di permukaan, perlahan menghilang dari pandangan. Air kembali tenang, menyisakan kepanikan di tepian.

“Korban ada mandi di danau bersama temannya. Saat ini remaja tersebut belum ditemukan,” ujar seorang petugas di lokasi kejadian.

Tak lama setelah laporan diterima, personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur bergerak menuju lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, membenarkan adanya dugaan satu orang tenggelam di Kolam Bina Karya.

“Diduga ada satu orang tenggelam di Kolam Bina Karya, Kabupaten Kotawaringin Timur. Saat ini kami sedang melakukan kaji cepat dan penanganan awal,” katanya.

Empat personel BPBD diterjunkan dan berkoordinasi dengan tim SAR untuk melakukan pencarian. Ketika malam turun, suasana berubah semakin hening. Lampu-lampu penerangan disiapkan untuk membantu penyisiran di permukaan air yang menghitam.

“Personel BPBD dan SAR sudah di lokasi. Saat ini masih tahap persiapan penerangan untuk operasi pencarian,” tambah Multazam.

Pos terkait